Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 16:35 WIB

Adira Finance Dapat Pinjaman US$350 Juta

Senin, 15 April 2019 | 07:30 WIB
Adira Finance Dapat Pinjaman US$350 Juta
(Adira Finance)

INILAHCOM, Jakarta - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mendapat fasilitas pinjaman sindikasi sebesar US$350 juta di Singapura untuk mendukung pertumbuhan bisnis pembiayaan sebesar 5 sampai 10 persen pada 2019.

"Kami berhasil merampungkan pinjaman sindikasi ketujuh di tahun 2019. Seperti tahun lalu, fasilitas ini akan dipergunakan untuk mendukung bisnis pembiayaan di Indonesia, dan digunakan untuk membantu pencapaian pertumbuhan pembiayaan sebesar 5 persen-10 persen di tahun 2019," kata Hafid Hadeli, Direktur Utama Adira Finance, dalam keterangan tertulisnya.

Dia menjelaskan, pinjaman itu diberikan berkat pengaruh Indonesia dalam ekonomi global yang makin kuat, sehingga mendorong bank-bank luar negeri untuk memberikan fasilitas kepada perusahaan-perusahaan Indonesia dengan kinerja yang mumpuni.

Kepercayaan investor terhadap Adira Finance tetap kuat, terlihat dari penerbitan pinjaman sindikasi yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar dua kali dari rencana awal.

Pinjaman itu juga berhasil menarik minat investor asing yang kebanyakannya berasal dari Singapura, Taiwan, dan Jepang. Fasilitas US$350 juta dengan tenor tiga tahun itu memperoleh tingkat bunga yang kompetitif.

Dalam proses penerbitan pinjaman sindikasi itu, Adira Finance menunjuk BNP Paribas, DBS Bank Ltd, Maybank Grup, MUFG Bank Ltd, dan United Overseas Bank Limited, sebagai mandated lead arrangers dan bookrunners.

"Adira Finance terus mendiversifikasi sumber dananya sehubungan dengan pertumbuhan kebutuhan pendanaan perusahaan. Investor kami berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Singapura dan Taiwan," ujar I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Adira Finance.

Seperti tahun-tahun sebelumnya sejak penerbitan pinjaman sindikasi pertama, perusahaan akan melakukan lindung nilai penuh (fully-hedged) ke dalam mata uang rupiah untuk memitigasi risiko mata uang (currency risk) dan suku bunga (interest rate risk), mengingat kegiatan pembiayaan Adira Finance menggunakan mata uang rupiah dan suku bunga pembiayaan yang tetap.

"Adapun fasilitas pinjaman dalam mata uang asing memberikan kontribusi sebesar 36 persen atas pendanaan sendiri perusahaan yang mencapai Rp22 triliun pada akhir tahun 2018," kata Made Susila.

Dia menambahkan, sekitar 18 persen pendanaan sendiri merupakan pinjaman dari bank lokal dan 46 persen berasal dari pendanaan pasar modal berupa obligasi dan sukuk mudharabah.

"Dengan gearing ratio pada level 3,1 kali, perusahaan memiliki ruang gerak yang luas dalam mencari pendanaan ke depannya untuk memenuhi kebutuhan penyaluran pembiayaan baru," pungkasnya.

Komentar

Embed Widget
x