Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 14:58 WIB

Ilmuwan Rilis Foto Lubang Hitam Pertama

Jumat, 12 April 2019 | 06:06 WIB
Ilmuwan Rilis Foto Lubang Hitam Pertama
(Event Horizon Telescope/National Science Foundati

INILAHCOM, Cambridge - Tim ilmuwan yang tergabung dalam proyek Event Horizon Telescope (EHT) berhasil memotret lubang hitam atau black hole dan merilisnya ke publik. Ini merupakan foto lubang hitam pertama yang pernah diambil.

Foto tersebut merupakan loncatan baru dalam dunia astrofisika dan memvalidasi teori sains yang pernah dikemukakan Albert Einstein lebih dari seabad lalu.

Foto yang berhasil diambil merupakan lubang hitam di pusat Messier 87 atau M87, galaksi yang terletak dekat galaksi Virgo. Foto tersebut menunjukkan gambar cincin berwarna merah, kuning dan putih mengitari lubang gelap.

Baca juga: Ilmuwan Akan Pamerkan Foto Lubang Hitam Pertama

Gambar itu diambil dari data yang dikumpulkan pada April 2017 dari delapan teleskop radio yang ditempatkan di enam lokasi, untuk membuat bidang observasi yang menyerupai ukuran planet.

"Kami mencapai sesuatu yang dianggap tidak mungkin pada generasi sebelumnya," kata Shepherd Doeleman, astrofisikawan dan Direktur EHT Center for Astrophysics Harvard & Smithsonian, seperti dilansir Reuters.

Observasi tersebut mengukuhkan teori relativitas umum dari Einstein pada 1915, yang menjelaskan hukum gravitasi dan hubungannya ke benda-benda alam.

Lubang hitam sangat sulit untuk diobservasi karena mereka menyerap cahaya. Lubang hitam M87 yang diobservasi berjarak 54 juta tahun cahaya dari bumi dan berukuran 6,5 miliar kali dari matahari.

Keberadaan lubang hitam pertama kali diprediksi pada 1916. Kebanyakan galaksi diperkirakan memiliki lubang hitam super masif di pusat mereka.

Para ilmuwan mencari lingkaran cahaya di sekitar area gelap lubang hitam, untuk mengobservasinya. Cincin cahaya yang berada di sekitar event horizon disebut bayangan atau siluet lubang hitam.

Teori Einsten menyatakan lubang hitam berbentuk lingkaran sempurna. Gambar M87 memiliki deviasi lingkaran sempurna kurang dari 10 persen.

Bayangan M87 secara kasar berukuran 2,5 kali lebih besar dari ukuran asli batasan lubang hitam, event horizon, karena bias cahaya yang disebabkan kekuatan gravitasi ekstrim. Berdasarkan taksiran, event horizon berukuran di bawah 40 miliar kilometer, sekitar tiga kali ukuran orbit Pluto ke matahari.

Proyek EHT ini juga menargetkan lubang hitam lainnya, Sagittarius A, yang berlokasi di pusat Galaksi Bima Sakti. Para ilmuwan optimistis akan mendapatkan foto Sagittarius A dalam setahun.

Sagittarius A berukuran 4 juta kali dari massa matahari dan berlokasi 26.000 tahun cahaya dari bumi.

Proyek ini menyebar teleskop di Arizona dan Hawaii, AS, juga di Meksiko, Chile, Spanyol, dan Antartika. Mereka juga menambah jaringan teleskop di Prancis dan Greenland.

Komentar

Embed Widget
x