Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 20:04 WIB

Pemegang Saham Nissan Resmi Gulingkan Ghosn

Rabu, 10 April 2019 | 01:01 WIB
Pemegang Saham Nissan Resmi Gulingkan Ghosn
Carlos Ghosn

INILAHCOM, Tokyo - Para pemegang saham Nissan Motor Co resmi menggulingkan Carlos Ghosn sebagai direktur, sekaligus memutus hubungan terakhirnya dengan pabrikan mobil Jepang yang pernah ia selamatkan dari kebangkrutan pada dua dekade lalu.

Beberapa hari setelah Ghosn kembali ditangkap di Tokyo, para pemegang saham berkumpul dalam rapat luar biasa yang dihadiri hampir 4.100 pemegang saham.

Mereka menuangkan kegelisahannya terkait bagaimana cara Nissan memulihkan nama baik perusahaan setelah skandal pelanggaran keuangan Ghosn, demikian laporan Reuters.

CEO Nissan Hiroto Saikawa dan ketua mitra aliansi Renault Jean-Dominique Senard yang bertemu para pemegang saham pertama kalinya sejak Ghosn ditangkap pada November 2018, mengatakan mereka akan fokus pada kolaborasi dan meningkatkan tata kelola di perusahaan Jepang itu. Namun hal itu tidak cukup untuk menenangkan para pemegang saham.

"Saya tidak bisa mengatakan telah merasa lebih baik tentang situasi setelah penjelasan hari ini," kata Setsuko Shibata, seorang pensiunan yang keluarganya menjadi pemegang saham Nissan selama beberapa dekade.

Para pemegang saham memilih menyingkirkan Ghosn dan Greg Kelly dari dewan direksi Nissan. Keduanya telah membantah tuduhan atas kasus yang membelit mereka itu.

Saikawa dan Senard menggarisbawahi perlunya untuk fokus pada kerangka kerja yang sudah ditetapkan. Sayangnya, para pemimpin baru itu tidak menjelaskan struktur modal perusahaan secara rinci, sehingga membuat pemegang saham bingung.

"Saya akan terus menyarankan evolusi terbaik dalam kerangka aliansi. Kami ingin mengamankan masa depan yang tepat untuk Nissan," kata Senard setelah diangkat sebagai anggota dewan Nissan.

Saikawa mengatakan Nissan dapat mengklaim ganti rugi terhadap Ghosn, dan tidak mau membayar pesangon kepada mantan pimpinannya itu. Dia juga mengatakan akan menstabilkan perusahaan sebelum mundur sebagai kepala eksekutif.

"Ini bukan masalah yang bisa kami atasi semalam. Kita perlu memenuhi tugas (meningkatkan tata kelola) dan mempersiapkan perusahaan untuk langkah selanjutnya, kemudian melewati tongkat kepemimpinan," kata Saikawa kepada para pemegang saham.

Komentar

x