Find and Follow Us

Selasa, 15 Oktober 2019 | 09:00 WIB

Samsung Patenkan Smarphone Bisa Jadi Smartwatch

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB
Samsung Patenkan Smarphone Bisa Jadi Smartwatch
(Let'sGoDigital)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah paten terbaru dari Samsung mengindikasikan penyatuan dua produk dalam kategori berbeda, yakni smartphone dan smartwatch.

Berbeda dengan Galaxy Fold yang dilipat secara horizontal, perangkat pada paten ini ditampilkan berkemampuan ditekuk dengan orientasi vertikal.

Hal tersebut memungkinkan layar fleksibel dengan engsel yang dirancang khusus membentuk bingkai perangkat tidak umum. Dengan bentuk ini, pengguna akan mendapatkan akses ke perangkat berukuran tinggi dan dapat menggunakannya seperti smartphone pada umumnya.

Namun, saat tidak digunakan, paten ini juga menjelaskan bahwa perangkat dapat dikenakan pada pergelangan tangan pengguna serupa jam tangan cerdas atau smartwatch, yang dapat diubah dengan memberikan sedikit tekanan pada bagian bingkai.



Berkat layar fleksibel, perangkat akan memiliki kecenderungan untuk kembali terlingkar di pergelangan tangan. Tapi, pengguna dapat mencegah insiden itu terjadi saat perangkat dalam posisi tidak tergulung berkat dukungan mekanisme kunci khusus yang tersemat di bagian belakang.

Saat ditekan ke arah bawah, smartphone dapat digunakan dalam kondisi tidak tergulung dan tidak akan menekuk kembali secara otomatis.

Di sisi lain, untuk menjaga perangkat tetap pada posisinya saat digulung, Samsung menggambarkan dua magnet yang tersemat di ujung perangkat, untuk menarik masing-masing ujung dan menjaga posisi gulungannya.

Perangkat ini juga digambarkan pada paten ini akan berbekal sensor pemindai sidik jari di layar, setup kamera belakang ganda, dan bagian yang tampil serupa kamera depan ganda.

Software juga disebutkan pada paten Samsung ini akan secara otomatis beradaptasi dengan bentuk perangkat yang tengah digunakan pengguna.

Karena masih berupa paten,tidak ada jaminan bahwa Samsung akan merilis perangkat dengan desain dan teknologi tersebut. Namun, apabila raksasa Korea Selatan tersebut memutuskan untuk mewujudkannya, hal ini belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Komentar

x