Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 16:03 WIB

Smartphone Layar Lipat, Samsung-Huawei Saling Ejek

Senin, 11 Maret 2019 | 09:09 WIB
Smartphone Layar Lipat, Samsung-Huawei Saling Ejek
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Samsung dan Huawei menjadi yang pertama memperkenalkan smartphone dengan layar lipat.

Mengambil waktu lebih awal, Samsung meluncurkan Galaxy Fold pada 20 Februari 2019, berbarengan dengan peluncuran flagship Galaxy S10 Series.

Empat hari kemudian, Huawei mengumumkan kehadiran Mate X. Perhatian media sempat tersita oleh desainnya yang lebih ramping ketimbang Galaxy Fold.

Kedua raksasa teknologi itu pun langsung terlibat 'perang' untuk saling mengunggulkan produknya masing-masing.

Baca juga: Adu Smartphone Layar Lipat, Jawaban dari Inovasi

CEO Huawei Richard Yu sempat mengatakan bahwa awalnya Huawei juga merancang smartphone lipat mirip Samsung, yakni dengan layar depan dan layar dalam berukuran tablet. Namun, ia mementahkan ide tersebut karena dianggap tidak terlalu menarik.

"Saya rasa memiliki dua layar, satu layar di depan dan belakang, membuat ponsel sangat berat," ujar Yu menyindir Galaxy Fold, seperti dikutip Business Insider.

"Kami memiliki beberapa solusi (desain), tapi kami membatalkannya, Kami memiliki tiga proyek secara bersamaan. Kami memiliki sesuatu yang lebih baik dari itu (Galaxy Fold), saya membatalkannya, itu sangat buruk," imbuh dia.

Baca juga: Bos Huawei 'Sindir' Smartphone Layar Lipat Samsung

Tak lama kemudian, Samsung pun menjawab sindiran Huawei tersebut. Wakil Kepala Riset dan Pengembangan Samsung Eui-suk Chung mengatakan bahwa layar yang dilipat ke luar seperti Huawei Mate X rentan rusak karena tidak terlindungi saat terlipat.

Jika diamati, pendapatan itu tak sepenuhnya salah. Desain plastik yang menutup layar OLED pada Mate X memang jauh lebih rentan terhadap goresan karena tidak terlindungi.

"Anda membukanya seperti buku, Menutupnya juga seperti buku. Ini jauh lebih natural daripada menggunakannya dengan cara lain, jadi kami melakukannya (membuat desain Galaxy Fold dengan dua layar) walaupun ada banyak tantangan teknis," ujar Chung, seperti dilansir BGR.

Dia pun sesumbar bahwa Galaxy Fold menawarkan daya tahan baterai lebih baik karena daya yang tersedot lebih kecil ketika pengguna melipatnya ke mode smartphone.

Chung tak menampik adanya kritik terkait desain Galaxy Fold, di mana lipatannya tidak sempurna. Memang terlihat ada celah antar-layar di dalam saat perangkat tersebut dilipat.

Namun, dia mengatakan bahwa desain tersebut memang disengaja untuk mencegah debu dan partikel kotoran merusak layar.

Bagi sebagian orang, desain tersebut agak mengganggu, ditambah perangkat yang cukup tebal saat ditutup. Di sisi lain, Mate X tidak memiliki celah dan lebih ramping karena hanya berbekal satu layar.

Samsung Galaxy Fold dan Huawei Mate X memang memiliki desain yang jauh berbeda. Secara sederhana, Galaxy Fold dilipat ke arah dalam, menyebabkan layar saling bertemu. Sementara Huawei Mate X dilipat ke arah luar yang membuat layar meregang saat ditekuk.

Keduanya memang sama-sama dilipat secara vertikal, tapi Galaxy Fold memiliki dua layar, yakni layar dalam yang membentang 7,3 inci saat berada dalam mode tablet, serta layar kedua yang berukuran lebih kecil, yakni 4,6 inci. Layar kedua di Galaxy Fold ini berfungsi sebagai layar ponsel saat dalam keadaan terlipat.

Di sisi lain, Mate X hanya memilik satu buah layar di luar seluas 8 inci saat dalam mode tablet. Saat dilipat, diagonal layar tersebut menyusut menjadi 6,6 inci untuk bagian depan dan 6,38 inci di bagian belakang.

Kedua smartphone layar lipat itu dijual dengan harga yang tergolong sangat mahal. Samsung Galaxy Fold dibanderol US$1.980 atau sekitar Rp28 juta, sedangkan Huawei Mate X ditawarkan seharga US$2.600 atau sekitar Rp37 juta.

Analis dari Forrester, Frank Gillet, menyatakan bahwa masih terlalu dini menyatakan mana rancangan yang terbaik karena kedua produk tersebut belum resmi hadir ke pasar.

Dia pun khawatir perangkat seperti ini tidak bertahan lama karena engsel dan mekanisme di smartphone layar lipat tidak akan menyaingi durabilitas smartphone umumnya yang berbentuk candybar.

Komentar

Embed Widget
x