Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 16:07 WIB

Pasar Smartphone Indonesia Tumbuh 2 Digit di 2018

Senin, 4 Maret 2019 | 13:13 WIB
Pasar Smartphone Indonesia Tumbuh 2 Digit di 2018
(ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Studi dari firma riset pasar Canalys menyebut bahwa pasar smartphone Indonesia di 2018 sedang tiggi-tingginya.

Di sepanjang tahun lalu, Canalys mencatat pertumbuhan pengapalan smartphone di Indonesia mencapai dua digit, yakni sebesar 17,1 persen, dibanding tahun 2017.

"Pada 2018, pasar smartphone di Indonesia berada di puncaknya," ujar Rushabh Doshi, Research Manager Canalys.

Jumlah smartphone yang dikapalkan di Indonesia selama 2018 mencapai 38 juta. Adapun pada Q4 2018 saja, jumlah pengiriman smartphone tercatat sebanyak 9,5 juta unit, naik 8,6 persen secara Year-on-Year (YoY).

Pertumbuhan ini menunjukan bahwa pasar smartphone Indonesia telah kembali bergeliat setelah mengalami titik terendahnya pada 2016 lalu dengan pertumbuhan tahunan minus 3,3 persen. Sementara pada 2017, pertumbuhan tahunannya hanya 0,6 persen.

Salah satu faktor lesunya pasar smartphone di Indonesia kala itu ditengarai karena regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang mulai diberlakukan pemerintah.

Smartphone dengan jaringan 4G LTE yang dipasarkan mulai 1 Januari 2017 diharuskan memiliki TKDN 30 persen yang bisa dipenuhi lewat jalur hardware, software, atau komitmen investasi.

Pada 2018, pertumbuhan smartphone disebut konsisten meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat melemah. Merosotnya rupiah berdampak pada sektor impor komponen smartphone ke dalam negeri.

Depresiasi mata uang domestik terhadap dolar AS sejatinya tak hanya terjadi di Indonesia. Namun, menurut Canalys, ekonomi Indonesia terbilang cukup kuat dibanding negara lain, sehingga pertumbuhan smartphone tetap melaju.

Doshi menyebut penjualan secara online melalui beberapa e-commerce turut mendongkrak pertumbuhan pasar smartphone di Indonesia.

Masuknya beberapa vendor baru, termasuk sub-brand seperti Realme atau Honor, disebut muncul di momen yang tepat. Sebab, banyak konsumen Indonesia sedang butuh mengganti smartphone lawasnya.

Tumbuhnya pasar smartphone di Indonesia menciptakan kompetisi sengit di antara para produsen. Untuk Q4 2018, Canalys mencatat lima besar vendor smartphone di Tanah Air mendominasi 80 persen dari total pangsa pasar, dibanding 65 persen dari tahun lalu.

Samsung masih memuncaki klasemen pabrikan smartphone terbesar dengan pangsa pasar 25,4 persen dan pertumbuhan 21,5 persen secara YoY.

Xiaomi, yang menempati urutan kedua, memperoleh pangsa pasar 20,5 persen dengan pertumbuhan YoY yang sangat signifikan, yakni 139,4 persen.

Di tempat ketiga ada OPPO dengan pangsa pasar 19,5 persen dan pertumbuhan YoY sebesar 0,8 persen.

Seperti halnya Xiaomi, Vivo yang berada di posisi keempat juga meraih pertumbuhan yang sangat pesat. Vendor yang menggunakan Agnez Mo sebagai brand ambassador ini memperoleh market share 15,9 persen dengan pertumbuhan 132 persen YoY.

Satu-satunya pabrikan lokal Tanah Air yang masuk jajaran lima besar adalah Advan dengan pangsa 4,1 persen, namun kian tersingkir dengan pengapalan yang turun sebesar 25 persen.

Komentar

Embed Widget
x