Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 18:44 WIB

Cegah Pedofil, YouTube Tutup Komentar Video Anak

Senin, 4 Maret 2019 | 10:10 WIB
Cegah Pedofil, YouTube Tutup Komentar Video Anak
(ist)

INILAHCOM, San Francisco - YouTube bakal menutup kolom komentar pada video yang kontennya menampilkan anak 13 tahun ke bawah. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah para pedofil menulis komentar yang tidak senonoh.

"Tak ada yang lebih penting bagi kami selain memastikan keamanan anak-anak di platform kami," kata Susan Wojcicki, CEO YouTube.

YouTube menyebut bahwa mereka dalam proses pengerjaan algoritma yang lebih baik untuk membuat komentar tak senonoh tersebut akan secara otomatis diidentifikasi dan dihapus dalam kolom komentar.

Inisiasi ini menyusul video fenomenal yang diunggah channel YouTube 'MattsWhatItIs' pada 17 Februari lalu. Berdurasi 20 menit, video itu memperlihatkan bukti-bukti bagaimana aksi para pedofil mengancam keamanan anak-anak.

Umumnya, seorang pedofil berkomentar vulgar lantas memancing pedofil-pedofil lain untuk berbuat serupa. Alhasil, video anak-anak menjadi ladang para pedofil mengekspresikan hasrat.

Padahal, video-video yang menampilkan anak itu sama sekali tak mengarah ke pornografi. Kebanyakan hanya memperlihatkan anak kecil bermain dan berolahraga.

Apa yang diunggah 'MattsWhatItIs' itu sontak menjadi perbincangan hangat warganet, dan langsung memengaruhi para pengiklan. Sejumlah brand kawakan seperti Nestle, Epic Games, GNC, dan Walt Disney, diketahui mencabut iklan mereka dari YouTube.

Hal tersebut tentu berbahaya bagi kelangsungan bisnis YouTube. Anak perusahaan Google itu bergegas mengumpulkan kembali kepercayaan masyarakat dan pengiklan.

YouTube mengklaim bahwa saat ini mereka sudah menonaktifkan komentar di jutaan video yang menampilkan anak 13 tahun ke bawah. Dalam beberapa bulan ke depan, YouTube menargetkan hampir semua video anak-anak sama sekali tak bisa dikomentari.

Meski demikian, YouTube juga berjanji akan tetap memberikan cara bagi para kreator untuk menerima komentar dari para penonton. Hanya saja, YouTube memberikan satu syarat: kreator dari video yang menampilkan anak harus menyaring bagian komentarnya dan memastikan tidak ada komentar dari predator yang muncul.

YouTube juga akan bekerja sama dengan para kreator itu untuk menemukan komentar yang tidak senonoh terkait anak dan remaja, demikian lansir Digital Trends.

Komentar

x