Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 12:49 WIB

Karyawan Protes Kontrak Microsoft dan Militer AS

Senin, 25 Februari 2019 | 05:05 WIB
Karyawan Protes Kontrak Microsoft dan Militer AS
(Business Insider)

INILAHCOM, Redmond - Ratusan karyawan Microsoft dilaporkan telah menandatangani surat yang memrotes kontrak senilai US$480 juta antara raksasa teknologi itu dengan Angkatan Darat AS.

Microsoft pada November tahun lalu menerima kontrak dari Angkatan Darat AS untuk memasok headset augmented-realty (AR) yang akan digunakan di medan perang.

Menurut ketentuan kesepakatan itu, headset AR yang menempatkan gambar holografik ke dalam bidang visi pemakainya, akan diadaptasi untuk kepentingan militer guna mendeteksi musuh.

"Kami adalah koalisi global pekerja Microsoft, dan kami menolak untuk menciptakan teknologi untuk perang dan penindasan," demikian salah satu poin dari isi surat protes tersebut, seperti dikutip NBC, Minggu (24/2/2019).

Surat protes yang dibubuhi nama dan tanda tangan ratusan karyawan itu juga dipublikasikan di papan pesan internal perusahaan dan diedarkan melalui email ke seluruh karyawan Microsoft pada Jumat lalu (22/2/2019).

"Kami khawatir bahwa Microsoft berupaya menyediakan teknologi senjata kepada militer AS, membantu pemerintah satu negara 'meningkatkan kematian menggunakan alat yang kami buat," kata surat itu.

Surat yang ditujukan kepada CEO Microsoft Satya Nadella dan President & Chief Legal Officer Microsoft Brad Smith itu mencatat bahwa perusahaan teknologi tersebut sebelumnya telah melisensikan teknologi kepada militer, termasuk HoloLens untuk digunakan dalam pelatihan, tetapi belum pernah sebelumnya 'melewati batas' dalam pengembangan senjata.

Komentar

Embed Widget
x