Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Maret 2019 | 10:25 WIB

ECOFREN: Solusi Penanganan Limbah Elektronik

Oleh : Ibnu Naufal | Kamis, 21 Februari 2019 | 22:22 WIB

Berita Terkait

ECOFREN: Solusi Penanganan Limbah Elektronik
(inilahcom/Ibnu Naufal)

INILAHCOM, Jakarta - Dewasa ini, perkembangan teknologi sangat pesat terutama teknologi perangkat elektronik. Namun, dampak dari perkembangan ini mengakibatkan masa pakai perangkat elektronik yang digunakan semakin pendek.

Dengan masa pemakaian perangkat elektronik yang semakin pendek akan berdampak pada munculnya limbah elektronik.

Berdasarkan penelitian International Telecommunication Union (ITU) bersama United Nations University (UNU), sampah elektronik, yang mencakup produk-produk yang dibuang dengan baterai atau colokan termasuk ponsel, laptop, televisi, lemari es dan mainan listrik terus meningkat.

Pada tahun 2016, 44,7 juta metrik ton e-waste dihasilkan, naik 3,3 juta metrik ton (8 persen) dari 2014. Dan hanya sekitar 20 persen - atau 8,9 juta metrik ton - dari semua e-waste didaur ulang pada tahun yang sama.

Fakta inilah yang mendorong PT Arah Environmental Indonesia (PT Arah) menawarkan program ECOFREN.

ECOFREN ini merupakan sebuah solusi pengelolaan limbah dan sampah secara terpadu khusus untuk segmen bisnis dan sarana komersial.

Solusi ini mencakup perencanaan, perlengkapan dan pengemasan, pengangkutan, pengolahan, pelatihan dan konsultasi, serta penempatan sumber daya manusia (managed service) dalam mengelola limbah secara tepat dan sesuai dengan standar pengendalian pencemaran lingkungan hidup.

Pengelolaan sampah dan limbah B3 yang buruk tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, namun juga akan membahayakan manusia, lingkungan dan makhluk hidup lainnya, dan berdampak pada generasi berikutnya. Itu sebabnya, pengelolaan sampah dan limbah B3, harus ditangani dengan baik dan benar.

Menurut Direktur Utama PT Arah, Gufron Mahmud, pengelolaan sampah dan limbah eletronik (B3) yang buruk tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, namun juga akan membahayakan manusia, lingkungan dan makhluk hidup lainnya, dan berdampak pada generasi berikutnya.

"Itu sebabnya, pengelolaan sampah dan limbah B3, harus ditangani dengan baik dan benar. Dengan ECOFREN kami berinisiatif untuk mengedukasi dan membantu masyarakat dan para pelaku usaha dalam mengelola sampah dan limbah yang mereka hasilkan secara tepat dan sesuai dengan standar pengendalian pencemaran lingkungan hidup," ujar Gufron.

Pada kesempatan yang sama Rosa Ambarsari, Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta juga memaparkan permasalahan terkini yang ada di Indonesia tentang limbah B3 termasuk juga limbah eletronik adalah minimnya pengetahuan tentang bahaya yang ditimbulkan serta kurang tepatnya penanganan dalam hal pengelolaan.

"Karenanya, kehadiran solusi ECOFREN kami harapkan dapat turut membantu program pemerintah untuk mengelola limbah B3 termasuk limbah eletronik atau e-waste dengan baik dan benar," kata dia

Rosa juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah atau limbah elektronik sembarangan, karena pemerintah sudah menyediakan sarana yang diperlukan untuk pembuangan sampah atau limbah elektronik yang sudah tidak terpakai.

"Mari menjaga lingkungan kita dengan tidak membuang sampah elektronik sembarangan." imbuhnya.

Komentar

Embed Widget
x