Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:48 WIB

Pengguna Windows 7 Mesti Bayar Setelah 2020

Kamis, 14 Februari 2019 | 06:06 WIB
Pengguna Windows 7 Mesti Bayar Setelah 2020
(ist)

INILAHCOM, Redmond - Meski Microsoft telah memastikan bahwa usia pakai Windows 7 hanya tinggal satu tahun lagi, namun pengguna yang masih ingin menggunakan sistem operasi ini dan tetap mendapat update keamanan setelah 2020, akan dibebankan biaya dengan jumlah tertentu, untuk periode setahun.

Mengutip TechCrunch, jumlah biaya akan bertambah dari tahun ke tahun. Biaya tersebut akan dibebankan bagi pelanggan Windows Enterprise dan Microsoft 365, yang juga dapat membeli pembaruan keamanan atau extended security update Windows 7 untuk setiap satu perangkat.

Pelanggan Windows Enterprise yang menggunakan Windows 7 akan dikenakan biaya US$25 untuk periode Januari 2020 sampai Januari 2021.

Jika ingin tetap mendapat dukungan setelah 2021, maka pengguna harus membeli paket dukungan untuk periode tahun berikutnya dengan harga US$50 untuk Januari 2021 sampai Januari 2022.

Di tahun berikutnya, harga dukungan pun meningkat dua kali lipat. Jika pengguna masih ingin memakai Windows 7 setelah tahun 2022, maka harga yang harus dibayar adalah US$100 untuk periode Januari 2022 hingga Januari 2023.

Peningkatan harga setiap tahun ini dibuat agar para pengguna beralih ke OS Windows yang lebih baru, dengan harga yang lebih murah.

Untuk pengguna Windows 7 Pro, harga yang dibebankan juga lebih besar. Untuk tahun pertama, harga yang harus dibayar adalah US$50, kemudian untuk tahun kedua sebesar US$100, dan tahun ketiga sebesar US$150.

Microsoft sendiri telah memutuskan akan menghentikan dukungan Windows 7 mulai tahun depan. Jika pengguna memilih untuk tidak membayar setelah Januari 2020, maka Microsoft tidak akan lagi memberi jaminan keamanan pada pengguna sistem operasi lawas ini.

Namun, meski usianya hanya tersisa satu tahun lagi, ternyata Windows 7 masih populer di kalangan pengguna. Bahkan beberapa waktu lalu sebuah laporan menyebutkan masih adanya peningkatan jumlah penggunanya.

Komentar

x