Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 07:49 WIB

Ekspor Toyota Indonesia Naik 4% di 2018

Sabtu, 2 Februari 2019 | 02:02 WIB
Ekspor Toyota Indonesia Naik 4% di 2018
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tahun 2018 menyisakan catatan manis pada kinerja ekspor otomotif Indonesia, karena pengiriman kendaraan utuh atau Complete Build Up (CBU) bermerek Toyota ke pasar global naik 4 persen dengan model Fortuner sebagai kontributor utama.

Sepanjang tahun lalu, total pengapalan kendaraan CBU bermerek Toyota menembus angka 206.600 unit, naik 4 persen dari capaian tahun 2017 yang berjumlah 199.600 unit.

"Performa ekspor CBU Toyota tetap naik positif di tengah situasi perang dagang dan proteksi di beberapa negara," kata Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dalam keterangan tertulisnya.

"Hal ini tidak terlepas dari upaya kami untuk selalu kompetitif serta sinergi dan dukungan yang kuat dari Pemerintah Indonesia, sehingga kinerja ekspor Toyota dapat terjaga walaupun kondisi makro ekonomi dunia cenderung kurang menguntungkan," lanjut dia.

Model SUV Fortuner masih menjadi kontributor terbesar ekspor CBU Toyota dengan catatan angka sebesar 52.600 atau sekitar 25 persen dari total ekspor CBU Toyota.

Posisi kedua ditempati Avanza dengan total 35.300 (17 persen). Rush menjadi kontributor terbesar ketiga sebanyak 34.100 unit (17 persen).

Adapun posisi keempat diduduki Agya dengan volume ekspor 31.000 (15 persen), Vios 23.100 unit (11 persen), serta model lainnya berupa Kijang Innova, Yaris, Sienta, Town Ace/Lite Ace dengan jumlah volume 30.500 unit.

Periode yang sama TMMIN juga mengekspor kendaraan dalam bentuk terurai atau Completely Knock-Down (CKD) sebanyak 42.700 unit, mesin tipe TR dan NR sebanyak 146.000 unit serta komponen sebanyak 107,6 juta buah.

Beberapa capaian positif kinerja ekspor juga telah ditorehkan pada tahun lalu. Mengawali 2018, destinasi ekspor model SUV Toyota Rush telah diekspansi yang awalnya hanya dikapalkan ke Malaysia, kini menjadi ke lebih dari 50 negara di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Komentar

Embed Widget
x