Find and Follow Us

Selasa, 23 April 2019 | 18:03 WIB

Facebook Bayar Remaja untuk Dapatkan Data Pribadi

Kamis, 31 Januari 2019 | 14:14 WIB
Facebook Bayar Remaja untuk Dapatkan Data Pribadi
(ist)

INILAHCOM, San Francisco - Facebook mempunyai program untuk mengumpulkan data pribadi dari partisipan yang dibayar. Kabarnya, program ini sudah berjalan selama tiga tahun.

Tech Crunch melaporkan, Facebook telah membayar orang-orang berusia antara 13 tahun sampai 25 tahun sebesar US$20 atau sekitar Rp281.000 per bulan agar memasang aplikasi bernama Facebook Research di perangkat iOS atau Android mereka.

Aplikasi itu memonitor kegiatan pengguna di internet dan juga di smartphone mereka. Data itu kemudian dikirimkan ke Facebook. Raksasa media sosial itu pun telah mengonfirmasi laporan ini.

Sebelum ini, Facebook mengumpulkan data tersebut dari Onavo Protect, layanan VPN (Virtual Private Network) yang mereka akuisisi pada 2013. Data itu terbukti penting bagi Facebook untuk mengidentifikasi pesaing baru mereka.

Ini memungkinkan Facebook meniru fitur dari pesaingnya atau bahkan mengakuisisi perusahaan itu.

Mengutip The Verge, Facebook menghapuskan aplikasi VPN ini pada tahun lalu setelah Apple menyebutkan bahwa aplikasi itu melanggar peraturan mereka terkait pengumpulan data pelanggan.

Untuk mengunduh aplikasi Facebook Research ini, para pengguna harus memasang sertifikat root khusus, yang membiarkan Facebook untuk melihat SMS dan email pribadi pengguna, kata kunci yang pengguna cari, serta aktivitas menjelajah internet mereka.

Aplikasi ini juga meminta pengguna untuk mengambil screenshot dari daftar barang yang mereka beli di Amazon dan mengirimkan gambar itu ke Facebook.

Hingga saat ini, pihak Facebook belum bersedia berkomentar terkait hal tersebut.

Program ini tampaknya melanggar peraturan yang ditetapkan oleh Apple dengan sertifikat enterprise yang memberikan akses ke root pada iPhone.

Sertifikat enterprise bertujuan memberikan akses pada perusahaan ke perangkat pekerjanya. Namun, sertifikat itu dilarang untuk dipasang di smartphone konsumen.

Juru bicara Facebook mengatakan bahwa program ini tidak melanggar peraturan Apple, meski dia tak bisa menjelaskan mengapa program ini tidak melanggar ketentuan dari Apple. Facebook juga berusaha untuk menyembunyikan keterlibatan mereka sebelum aplikasi ini dipasang.

Jika Apple menganggap apa yang Facebook lakukan melanggar peraturan mereka, perusahaan pembuat iPhone itu bisa memblokir sertifikat enterprise Facebook, yang pastinya akan membuat hubungan antar kedua perusahaan besar itu bertambah tegang.

Komentar

Embed Widget
x