Find and Follow Us

Selasa, 23 April 2019 | 17:47 WIB

Beranikah Renault Bayar Pesangon Carlos Ghosn?

Senin, 28 Januari 2019 | 06:06 WIB
Beranikah Renault Bayar Pesangon Carlos Ghosn?
(ist)

INILAHCOM, Paris - Apabila Carlos Ghosn lengser dari jabatannya sebagai chairman dan CEO Renault, maka pemimpin baru perusahaan otomotif Prancis itu akan menghadapi tantangan pertama yang cukup berat, yakni membayar pesangon Ghosn yang bernilai puluhan juta euro.

Sebelumnya, pemerintah Prancis yang memiliki 15 persen kepemilikan dan 22 persen hak suara di Renault, telah memperingatkan bahwa jangan sampai Ghosn meninggalkan perusahaan dengan pesangon yang mahal.

"Saya dapat memberitahu Anda bahwa kami akan sangat waspada, sebagai pemegang saham terbesar, atas kondisi terakhir yang akan ditetapkan oleh dewan," kata Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire kepada AFP dalam Forum Ekonomi Dunia di Swiss, baru-baru ini.

Ghosn merupakan salah satu pimpinan bisnis dengan bayaran tertinggi. Jika Renault dan pemerintah memberikan pesangon besar kepada Ghosn yang kini mendekam di penjara Tokyo, hal itu berpotensi menimbulkan protes dari masyarakat Prancis.

Taipan berdarah Prancis-Lebanon-Brasil berusia 64 tahun itu ditangkap pada November tahun lalu dengan tuduhan bahwa ia tidak melaporkan pendapatannya selama delapan tahun sebagai kepala aliansi Renault-Nissan.

Ghosn telah membantah segala tuduhan atas pelanggaran keuangan di Jepang. Adapun proses persidangannya kemungkinan akan digelar dalam beberapa bulan ke depan.

Pria yang mengawali karirnya di Michelin itu akan mengajukan pengunduran diri di Renault pada pekan ini, setelah sebelumnya dipecat sebagai pimpinan di Nissan dan Mitsubishi.

Namun, pembayaran pesangon Ghosn justru tidak dibahas oleh direksi Renault lainnya ketika mereka bertemu pada Kamis pekan lalu (24/1/2019) guna membicarakan pengganti Ghosn yakni Thierry Bollore sebagai kepala eksekutif dan Jean-Dominique Senard sebagai pimpinan dewan.

"Jika pembayarannya dibahas lain waktu, itu karena pengunduran dirinya dilakukan secara langsung dan tidak dinegosiasikan," kata Loic Dessaint dari kelompok penasihat pemegang saham Proxinvest.

"Tetapi Renault juga memiliki andil kuat untuk memainkan peran, karena dapat mengajukan gugatan dan menuntut ganti rugi kepada Ghosn jika mantan pemimpinnya itu dinyatakan bersalah dalam kasus Nissan," lanjut dia.

Komentar

x