Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 07:48 WIB

Perangi Hoaks, Microsoft Pasang NewsGuard di Edge

Jumat, 25 Januari 2019 | 07:07 WIB
Perangi Hoaks, Microsoft Pasang NewsGuard di Edge
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Redmond - Microsoft menghadirkan fitur baru untuk browser besutannya, Microsoft Edge. Fitur bernama NewsGuard ini akan memberi peringatan jika sebuah situs tidak bisa dipercaya karena terindikasi ada berita palsu atau hoaks.

NewsGuard bukan sepenuhnya buatan Microsoft, melainkan ekstensi yang dibuat oleh perusahaan dengan nama yang sama. Mengutip The Guardian, NewsGuard adalah perusahaan yang didirikan oleh sejumlah jurnalis.

Dijelaskan bahwa seluruh pengecekan konten di dalam situs yang mendapatkan peringatan dari NewsGuard sepenuhnya melalui proses pengecekan manual oleh jurnalis, bukan lewat kecerdasan buatan (AI).

Namun, bukan berarti konten di sebuah situs yang mendapatkan peringatan sepenuhnya berisi hoaks. NewsGuard menggunakan indikator standar etika jurnalisme yang dipantau dari konten situs tersebut.

Saat ditandai, kemungkinan besar situs tersebut kerap menuliskan berita yang tidak sesudai dengan fakta.

Artinya, selain sebagai pengecek fakta sebuah konten atau berita di situs yang dikunjungi menggunakan browser Microsoft Edge, NewsGuard juga menjadi pemberi penilaian untuk sebuah situs.

Jadi pengguna Microsoft Edge nantinya mendapatkan update mengenai fitur ini dan harus diaktifkan terlebih dahulu secara manual di konfigurasi browser. Nantinya pengguna akan menemukan ikon perisai di bagian kolom alamat situs.

Apabila perisai tersebut bertanda merah, artinya situs atau konten mendapatkan penilaian buruk dari NewsGuard. Ada juga ikon perisai berwarna abu-abu yang artinya situs atau konten belum melalui pengecekan oleh NewsGuard.

Pendiri NewsGuard, Steve Brill, mengaku ada beberapa situs yang mengetahui telah ditandai oleh NewsGuard dengan ikon merah telah mereka coba hubungi, tapi pihak pemilik situs selalu menghindar.

Dia menyebutkan kehebatan dari NewsGuard adalah kredibilitasnya karena proses cek konten tidak menggunakan algoritma.

Komentar

x