Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Februari 2019 | 00:40 WIB

ESET: Belasan Aplikasi GPS Palsu Ada di Play Store

Rabu, 23 Januari 2019 | 13:30 WIB

Berita Terkait

ESET: Belasan Aplikasi GPS Palsu Ada di Play Store
(ist)

INILAHCOM, San Francisco - Peneliti dari perusahaan riset malware ESET, Lukas Stefanko, menyebut ada lebih dari 15 aplikasi navigasi GPS palsu di toko aplikasi Play Store yang telah melanggar peraturan Google, dengan menampilkan produk navigasi berfitur lengkap.

Padahal, 15 aplikasi tersebut hanya menyalahgunakan teknologi pemetaan milik Google tanpa menyediakan nilai tambah untuk pengguna awam. Sebagian besar aplikasi ini menggunakan nama populer dengan nama umum yang seringkali mengecoh.

Menurut Stefanko, aplikasi-aplikasi bernama 'Maps & GPS Navigation: Find your route easily!', 'GPS Maps, Route Finder - Navigation, Directions' dan 'GPS, Maps & Navigation' memanfaatkan Application Programming Interface (API) Google Maps, diperkirakan tanpa sepengetahuan atau izin Google.

Selain itu, aplikasi-aplikasi tersebut menampilkan iklan dan sejumlah hal lain pada layanan yang ditawarkannya. Tujuan mereka ini disebut sederhana, yaitu untuk menghasilkan uang via iklan.

Stefanko mengatakan, Google seakan membiarkan hal ini dan menutup mata terkait konsekuensi yang mungkin ditimbulkan oleh fenomena aneh ini. Dia menilai hal ini berpeluang menyebabkan aplikasi asli Google Maps kehilangan pengguna potensial akibat pengalaman penggunaan aplikasi GPS palsu yang kurang menyenangkan akibat keberadaan iklan.

Secara teori, kebijakan Google Maps sangat jelas dalam kasus ini. Mereka melarang pengembang pihak ketiga untuk menciptakan produk atau layanan dengan fitur yang secara substansial serupa atau menciptakan ulang fitur dari produk atau layanan Google lain.

Namun, Stefanko mengklaim tidak menerima umpan balik dari Google terkait aplikasi navigasi GPS palsu yang ia uji dan telah dilaporkan sekitar satu bulan lalu. Dia juga mengklaim telah menemukan lebih dari 15 aplikasi ini telah diunduh sebanyak jutaan kali.

Stefanko memperkirakan bahwa para pengunduh tidak menyadari bahaya yang dikandung oleh aplikasi-aplikasi tersebut.

Secara teknis, situasi ini memang tidak melibatkan malware, tapi masalah ini tetap dinilai harus segera dibenahi oleh Google.

Komentar

Embed Widget
x