Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 00:31 WIB

Rentan Keamanan di Balik Geliat Internet of Things

Oleh : Ibnu Naufal | Selasa, 22 Januari 2019 | 11:11 WIB
Rentan Keamanan di Balik Geliat Internet of Things
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Dalam dunia digital saat ini, kita dikelilingi secara harfiah oleh perangkat pintar atau perangkat Internet of Things (IoT).

Produsen barang sehari-hari seperti mainan, furnitur, mobil, dan perangkat medis semakin meningkat, produknya dengan menambahkan fitur 'pintar' agar menjadi lebih menarik. Bahkan kini produsen botol air mulai membuat botol yang tersambung ke internet.

Perangkat pintar menjadi tren di mana pun. Namun ada satu hal yang sering menjadi terlewatkan: keamanan.

Dalam laporan yang bertajuk The Hunt for IoT: Multi-Purpose Attack Thingbots Threaten Internet Stability and Human Life, F5 Labs menyoroti data serangan global terhadap perangkat Internet of Things (IoT) pada periode Januari-Juni 2018 seperti halnya dalam laporan IoT Volume 4, namun dengan lingkup data yang lebih luas.

Disebutkan dalam laporan tersebut sebanyak 20 persen perusahaan mengalami setidaknya satu kali serangan berbasis IoT dalam tiga tahun terakhir. Anda bahkan tak perlu memiliki smart home atau smartphone untuk jadi korban serangan perangkat IoT.

Begitu keluar rumah, Anda sudah berada dalam pengawasan perangkat wearable dan kamera IP yang dibobol.

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam laporan sebelumnya, The Hunt for IoT: The Growth and Evolution of Thingbots (Volume 4), F5 Labs memperluas cakupan data serangan yang dikumpulkan termasuk layanan yang biasa digunakan perangkat IoT, namun tak terbatas pada jaringan telekomunikasi (telnet). Dua puluh port teratas yang biasa digunakan perangkat IoT juga diprofilkan pada laporan ini.

Perangkat IoT menjadi sasaran serangan nomor satu di internet, melebihi server web dan aplikasi, server email, dan database (yang seharusnya tidak bisa diakses via internet).

Seperti yang diperkirakan, jumlah serangan telnet menurun yang kemungkinan besar disebabkan penyisiran thingbot pada perangkat IoT yang beroperasi di port 23.

Pada Maret, lalu lintas serangan meningkat tajam pada setiap port yang terhubung dengan IoT dan diteliti F5 Labs. Mengingat 84 persen lalu lintas ini berasal dari industri telnet, ada kemungkinan terjadi peningkatan jumlah thingbot yang meyusupi perangkat IoT di telnet.

Jenis serangan tertinggi yang menargetkan perangkat IoT adalah SSH Brute Force dan Telnet. Alamat IP di Iran dan Irak yang sebelumnya tidak terdata sebagai penyerang, kini berada di daftar top 50 IP penyerang.

Komentar

x