Find and Follow Us

Minggu, 16 Juni 2019 | 04:12 WIB

Tips Berkendara Hemat Bahan Bakar

Kamis, 17 Januari 2019 | 13:55 WIB
Tips Berkendara Hemat Bahan Bakar
(ist)

MENGEMUDI kendaraan tentu menjadi kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan bagi sebagian orang. Namun, gaya mengemudi kendaraan seseorang ternyata juga dapat memaksimalkan performa kendaraan sehingga konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat.

Selain kondisi eksternal seperti lalu lintas yang dilalui, kapasitas mesin, transmisi, bobot kendaraan, dan tekanan ban.

Berikut adalah beberapa tips mengemudi untuk menghemat bahan bakar menurut Mitsubishi:

- Menjaga Putaran Mesin

Umumnya, torsi paling efisien mesin berada pada rentang putaran mesin 2.000-3.000 rpm. Lakukan perpindahan gigi pada rentang putaran mesin itu.

Jika putaran mesin terlalu tinggi, maka suplai bensin akan makin banyak. Tapi jika terlalu rendah, butuh injakan pedal gas yang lebih dalam untuk menambah kecepatan.

- Mengemudi dengan cerdas

Jangan biasakan mengemudi dengan agresif. Lebih bijak dalam menginjak pedal gas dapat menghemat bahan bakar.

Saat di jalan tol, usahakan melaju konstan di kecepatan 60-70 km/jam. Ini adalah kecepatan ideal untuk efisiensi bahan bakar.

Jika Anda melaju di kecepatan 100 km/jam akan menggunakan bahan bakar sekitar 15 persen lebih banyak ketimbang melaju pada 80 km/jam.

- Hindari akselerasi dan pengereman mendadak

Berakselerasi atau melaju dengan konstan membuat suplai bahan bakar juga konstan. Akselerasi mendadak dapat membuat ECU memerintahkan untuk menyuplai bensin hingga maksimal.

Sedangkan mengerem secara berlebihan memaksa Anda untuk menekan gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan semula.

Injak pedal gas dengan halus serta perhitungkan jarak pengereman yang memadai.

- Gunakan bahan bakar sesuai oktan

Banyak mesin mobil yang dapat bekerja baik dengan bahan bakar bernilai oktan yang lebih rendah dari rekomendasi pabrik. Kecuali jika terdengar knocking.

Tapi performa mesin maupun konsumsi bahan bakar akan membaik saat menggunakan bahan bakar dengan oktan sesuai rekomendasi pabrikan.

"Untuk dapat menghemat bahan bakar saat berkendara itu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Menghemat penggunaan bahan bakar pada Mitsubishi Xpander dengan mesin 1.500cc dapat dilakukan dengan menjaga putaran mesin, melaju dengan konstan, dan tentunya dengan menggunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yang disarankan pada manual book yaitu bahan bakar minimal RON 90. Dengan pemakaian bahan bakar yang sesuai maka akan menjaga pembakaran pada mesin tetap optimal," ungkap Boediarto, Head of Technical Service & CS Support Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

- Gunakan AC secukupnya

Menggunakan AC memberi beban besar pada mesin yang dapat meningkatkan konsumsi BBM. Aturlah AC kendaraan Anda tidak terlalu dingin, di suhu 24-27 derajat Celcius.

Pada cuaca panas, parkirlah mobil di tempat yang teduh. Ketika ingin mengemudi lagi, bukalah semua kaca untuk mengeluarkan udara panas dari kabin. Sehingga dapat mengurangi kerja AC untuk mendinginkan kabin.

- Menjaga tekanan ban

Pastikan ban terpompa sesuai dengan tekanan yang direkomendasikan. Ban yang kempes memerlukan lebih banyak bahan bakar, namun memompa secara berlebihan akan mengacaukan kendali mobil Anda.

Tekanan ban dapat dilihat di samping kanan jok pengemudi ketika pintu dibuka.

- Rencanakan rute perjalanan

Menentukan rute perjalanan yang efektif dan terhindar dari macet memang membutuhkan pengalaman Anda. Hindari jalan macet yang pernah Anda lewati di waktu lampau.

Menggunakan peta dan GPS akan memudahkan Anda menentukan rute perjalanan. Jika ingin singgah beberapa kali, upayakan agar rutenya tetap satu arah.

"Untuk dapat menghemat bahan bakar saat berkendara itu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Menghemat penggunaan bahan bakar pada Mitsubishi Xpander dengan mesin 1.500cc dapat dilakukan dengan menjaga putaran mesin, melaju dengan konstan, dan tentunya dengan menggunakan bahan bakar sesuai jumlah oktan yang disarankan pada manual book, yaitu bahan bakar RON 90 untuk Mitsubishi Xpander," jelas Boediarto.

Komentar

x