Find and Follow Us

Kamis, 20 Juni 2019 | 16:40 WIB

Istri Sebut Ghosn Alami Perlakuan Kasar di Tahanan

Senin, 14 Januari 2019 | 18:18 WIB
Istri Sebut Ghosn Alami Perlakuan Kasar di Tahanan
Carlos dan Carole Ghosn. - (AFP)

INILAHCOM, Tokyo - Istri mantan chairman Nissan Motor Co, Carlos Ghosn, mendesak Human Rights Watch untuk memperhatikan 'perlakuan kasar' yang suaminya terima saat ditahan di penjara Jepang, menurut surat yang dilihat oleh Reuters pada Minggu (13/1/2019).

Pemerintah Jepang telah menuduh Ghosn atas pendapatan yang tidak dilaporkan dan pelanggaran kepercayaan dengan mentransfer kerugian investasi pribadi ke Nissan pada 2008.

Dalam surat setebal sembilan halaman itu, Carol Ghosn meminta kepada direktur Human Rights Watch Jepang, Kanae Doi, untuk menyoroti perlakuan kasar dan ketidakadilan terkait hak asasi manusia yang dialami suaminya, yang ditimbulkan oleh sistem peradilan Jepang.

Ghosn bertanggung jawab atas aliansi yang mencakup Nissan Motor, Mitsubishi Motors dan Renault, hingga penangkapan atas dirinya di pertengahan November tahun lalu mengejutkan industri otomotif dunia.

Pemerintah Jepang telah menolak permintaan untuk mengakhiri penahanannya selama 39 hari. Pengacara Ghosn mengatakan kemungkinan akan membutuhkan lebih dari enam bulan untuk kasusnya diadili.

Pejabat dari Human Rights Watch yang bermarkas di New York, Nissan, dan kedutaan besar AS di Jepang tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar atas surat tersebut.

Pada Jumat pekan lalu, Nissan mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan pengaduan pidana terhadap Ghosn dengan jaksa Tokyo terkait dengan penyalahgunaan 'sejumlah besar dana perusahaan'.

Mantan eksekutif Nissan itu ditahan di sel seluas 7 m2 dan tidak diberi obat harian, menurut surat Carole Ghosn. Dia telah kehilangan bobot badan sebanyak 7 kilogram sejak penahanannya dan hanya makan nasi dan gandum, kata surat itu.

Jaksa penuntut di Jepang sering mencoba mengekstraksi pengakuan dari tahanan yang dapat berlangsung berbulan-bulan, kata Carole Ghosn dalam surat itu.

"Selama berjam-jam setiap hari, para jaksa menginterogasinya, mencambuknya, menceramahinya dan mencaci makinya, di luar kehadiran pengacaranya, dalam upaya untuk mengekstraksi pengakuan," katanya.

"Tak seorang pun harus dipaksa menanggung apa yang dihadapi suami saya setiap hari, khususnya di negara maju seperti Jepang, ekonomi terbesar ketiga di dunia," kata Carole menambahkan.

Ghosn mengatakan bahwa dirinya dituduh bersalah dan ditahan secara tidak adil berdasarkan tuduhan yang tidak berdasar selama proses pengadilan di Tokyo pada pekan lalu. Itu sekaligus menjadi penampilan publik pertama Ghosn sejak penangkapannya.

Komentar

Embed Widget
x