Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 21:17 WIB

Samsung Pamer Laptop Gaming di CES 2019

Rabu, 9 Januari 2019 | 18:18 WIB
Samsung Pamer Laptop Gaming di CES 2019
(samsung.com)

INILAHCOM, Las Vegas - Ajang Consumer Electronics Show (CES) 2019 dimanfaatkan oleh Samsung Electronics untuk memamerkan perangkat gaming Samsung Notebook Odyssey yang hadir dengan desain metalik dan menjanjikan performa kuat dan fitur canggih.

"Dengan desain, kinerja, dan fitur terbaik, Samsung Notebook Odyssey adalah penentu gamer di mana pun," kata YoungGyoo Choi, Senior Vice President of the PC Business Team Samsung Electronics, dalam keterangan resminya seperti dikutip dari situs Samsung.

"Laptop gaming terbaru dari Samsung ini memastikan pengguna untuk tidak lagi berkompromi untuk mendapat pengalaman permainan terbaik di perangkat komputasi mobile mereka," sambung dia.

Samsung Notebook Odyssey tampil dengan bezel tipis dan didukung NVIDIA G-SYNC untuk gambar jernih.

Dari segi performa, laptop gaming ini dibekali prosesor Intel terbaru hexa-core i7 generasi ke-8 dan GPU NVIDIA GeForce RTX seri 20.

Samsung Notebook Odyssey didukung oleh arsitektur NVIDIA Turing GPU terbaru dan platform RTX, salah satunya berfungsi untuk kecerdasan buatan.

Perangkat ini juga dilengkapi dua blower Jet Blade, yang masing-masing memiliki 83 bilah, dan sistem pendingin pipa penta terbaru yang memungkinkan perangkat ini untuk bekerja cepat.

Samsung Notebook Odyssey juga menawarkan serangkaian pengaturan dan fungsi baru. Modus Odyssey memungkinkan pengguna untuk menyimpan pengaturan preset pada profil yang berbeda untuk berbagai jenis permainan.

Modus Beast memungkinkan pengguna memodulasi kinerja Samsung Notebook Odyssey tergantung pada perangkat lunak yang dijalankannya, dan Black Equalizer untuk meningkatkan pencahayaan dalam game.

Pengguna juga dapat meningkatkan pengalaman Samsung Notebook Odyssey dengan menambahkan SSD tambahan atau mengganti HDD default untuk penyimpanan tambahan.

Samsung Notebook Odyssey akan tersedia dimulai dari AS pada awal 2019 yang meluas ke Korea Selatan, China, dan wilayah terpilih lainnya.

Komentar

x