Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 06:17 WIB

Jadi Perusahaan Terkaya, Microsoft Kalahkan Apple

Sabtu, 5 Januari 2019 | 06:30 WIB
Jadi Perusahaan Terkaya, Microsoft Kalahkan Apple
(ist)

INILAHCOM, San Francisco - Di 2018, Microsoft kembali menorehkan prestasi sebagai perusahaan publik terkaya alias memiliki nilai valuasi terbesar di dunia.

Terhitung pada akhir Desember lalu, Microsoft tercatat memiliki angka valuasi sebesar US$780. Meski menurun dari bulan sebelumnya, angka ini tetap membuat Microsoft bertengger di peringkat pertama, tepat di atas Apple.

Sama seperti Microsoft, angka valuasi Apple di akhir 2018 lalu juga menurun dari bulan sebelumnya. Valuasi Apple tercatat sebesar US$748,5 miliar, disusul oleh Amazon di peringkat ketiga dengan nilai valuasi US$734 miliar.

Mengutip Phone Arena, naik dan turunnya angka valuasi tersebut dipengaruhi oleh harga saham yang terus bergerak. Selain itu, faktor yang juga sangat berpengaruh adalah kondisi penjualan produk yang dibuat setiap tahun.

Meski Apple dan Amazon sama-sama tercatat sebagai perusahaan publik yang sudah menyentuh angka valuasi US$1 triliun, kedua raksasa teknologi asal AS ini mengalami masa sulit terkait dengan penjualan.

Angka penjualan Apple tercatat mengalami penurunan sebesar 32 persen di akhir 2018, sementara Amazon turun 27 persen.

Berdasarkan laporan, angka permintaan pasar untuk trio iPhone terbaru yang diperkenalkan September lalu memang tidak sesuai harapan. Karena hal ini, dalam beberapa pekan terakhir pada November lalu, nilai kapitalisasi pasar Apple menyusut US$300 miliar.

Sementara itu, layanan cloud Azure dan Office 365 milik Microsoft memang tengah berkembang dengan pesat.

Pada November lalu, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itu untuk pertama kalinya mampu menyalip Apple sebagai perusahaan terkaya di dunia setelah delapan tahun. Nilai saham Microsoft terus membaik dalam beberapa waktu belakangan.

Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan ini adalah penunjukkan Satya Nadella sebagai CEO yang kemudian mengubah haluan perusahaan untuk fokus pada layanan cloud.

Komentar

Embed Widget
x