Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 00:16 WIB

Ghosn Dituduh Bayar Pengusaha Arab Saudi

Jumat, 28 Desember 2018 | 03:00 WIB
Ghosn Dituduh Bayar Pengusaha Arab Saudi
(ist)

INILAHCOM, Tokyo - Kejaksaan Tokyo mengajukan tuduhan pelanggaran baru terhadap bos Nissan Carlos Ghosn. Tuduhan itu berupa penyalahgunaan dana perusahaan untuk membayar seorang pengusaha Arab Saudi yang diyakini telah membantunya keluar dari kesulitan keuangan.

Jaksa kembali menangkap Ghosn pada Jumat pekan lalu (21/12/2018) atas tuduhan melanggar kepercayaan, yang diperparah dengan perbuatan membebankan kerugian investasi pribadi kepada Nissan.

Mengutip Reuters, pernyataan jaksa mengatakan bahwa mereka menduga sekitar Oktober 2008, Ghosn sedang berusaha untuk menangani kerugian di atas kertas sebesar 1,85 miliar yen atau sekitar US$16,6 juta yang timbul dari kontrak swap yang dia miliki dengan bank yang tidak disebutkan namanya.

Seseorang membantu mengatur 'letter of credit' untuk Ghosn, dan perusahaan yang dijalankan oleh orang tersebut kemudian menerima US$14,7 juta dari dana Nissan dalam empat angsuran antara 2009 dan 2012, kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa pembayaran dilakukan dalam kepentingan Ghosn dan orang tersebut.

"Dengan melakukan itu, (Ghosn) bertindak dengan cara yang melanggar kepercayaan, dan menimbulkan kerugian pada properti Nissan," kata pernyataan jaksa.

Pernyataan tersebut juga mengatakan, Ghosn sebelumnya meminta agar Nissan memikul kerugian uang secara langsung.

Menurut sumber-sumber Nissan yang memiliki pengetahuan tentang penyelidikan perusahaan terhadap mantan pemimpinnya, orang yang membantu Ghosn adalah Khaled Al-Juffali, wakil ketua salah satu konglomerat terbesar Arab Saudi, EA Juffali and Brothers, yang juga merupakan anggota dewan di Otoritas Moneter Arab Saudi.

Al-Juffali juga pemilik mayoritas perusahaan bernama Al-Dahana yang memiliki setengah dari perusahaan patungan regional yang disebut Nissan Gulf dengan separuh lainnya dipegang oleh unit yang sepenuhnya dimiliki oleh Nissan Motor.

Ghosn melalui seorang pengacara membantah bahwa ia mengalihkan kerugian ke Nissan dan mengatakan kepada penyelidik bahwa keempat pembayaran itu untuk tujuan bisnis yang sah, termasuk hadiah untuk menangani masalah di diler Nissan di Arab Saudi.

Sumber-sumber Nissan itu juga mengatakan bahwa para penyelidik dari produsen mobil asal Jepang tersebut menyimpulkan bahwa Ghosn tidak berhasil dalam usahanya untuk membuat Nissan menanggung kerugian secara langsung.

Komisi Pengawasan Efek dan Bursa Jepang (SESC) pada tahap tertentu telah menandai upaya Ghosn untuk membuat Nissan secara langsung menanggung kerugian secara ilegal, salah satu sumber mengatakan. Tak segera jelas apa yang dianggap ilegal oleh SESC. Seorang juru bicara SESC mengatakan dia tidak bisa mengomentari kasus-kasus tertentu.

Sumber itu pun menolak untuk diungkap identitasnya karena hasil penyelidikan internal Nissan belum dipublikasikan.

Ghosn kemudian mendapatkan bantuan dari Al-Juffali menggunakan aset pribadinya untuk memberikan jaminan kepada bank guna menerbitkan surat kredit yang diminta oleh Shinsei Bank yang berbasis di Tokyo untuk Ghosn, kata sumber tersebut.

Seorang juru bicara Shinsei Bank mengatakan, dia tidak bisa mengomentari kasus-kasus tertentu. Sementara, Reuters pun tidak dapat menentukan identitas bank yang mengeluarkan surat kredit.

Keempat pembayaran yang diatur oleh Ghosn dilakukan melalui dana diskresi internal Nissan, yang dikenal di dalam perusahaan sebagai 'CEO Reserve', ke unit Nissan untuk kemudian membayar kepada perusahaan yang dimiliki oleh Al-Juffali, salah satu sumber mengatakan, tanpa menyebutkan nama-nama perusahaan.

Pembayaran pertama sebesar US$3 juta dilakukan pada tahun fiskal 2009, diikuti oleh pembayaran sebesar US$3,6 juta, US$3,9 juta, dan US$4,2 juta dalam tiga tahun berikutnya, sumber tersebut menambahkan.

Sumber itu juga mengatakan, para penyelidik Nissan pada awalnya tidak melihat transaksi dengan kejaksaan yang ditampilkan pada pekan lalu.

"Jaksa tahu lebih banyak tentang ini daripada kita," kata salah satu sumber.

EA Juffali and Brothers didirikan pada tahun 1946. Perusahaan ini mengatur pasokan tenaga listrik dan telekomunikasi ke beberapa kota besar di Arab Saudi dan berkembang menjadi perusahaan konstruksi, asuransi, manufaktur, dan distribusi kendaraan.

Didirikan pada Oktober 2008, perusahaan patungan Nissan Gulf awalnya bertanggung jawab atas strategi pemasaran dan penjualan Nissan serta pengembangan diler di Arab Saudi, Abu Dhabi, Kuwait, dan Bahrain.

Namun, cakupan bisnisnya kemudian direduksi menjadi hanya Kuwait dan Bahrain, salah satu sumber mengatakan.

Mantan Direktur Perwakilan Nissan Motor Greg Kelly yang ditangkap bersama Ghosn, telah dibebaskan dengan jaminan pada hari Natal. Ghosn sendiri hingga kini masih ditahan.

Setelah tuduhan terakhir, jaksa diberikan izin untuk menahannya selama 10 hari pada 23 Desember, dan kemungkinan akan diperpanjang 10 hari lagi, yang biasanya akan disetujui.

Jaksa di Jepang sering menangkap individu berulang kali dengan tuduhan berbeda terkait dengan kasus yang sama.

Praktik ini memungkinkan mereka untuk menahan tersangka sementara mereka melanjutkan penyelidikan dan juga berarti mereka dapat melanjutkan interogasi tanpa kehadiran pengacara.

Komentar

Embed Widget
x