Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 27 Maret 2019 | 10:16 WIB

Curang Bermain Game Bisa Dipenjara 2 Tahun

Selasa, 18 Desember 2018 | 21:45 WIB

Berita Terkait

Curang Bermain Game Bisa Dipenjara 2 Tahun
(ist)

INILAHCOM, Seoul - Seperti China, pemerintah Korea Selatan juga tampak serius menciptakan ekosistem eSports yang positif di negaranya. Mereka baru saja meluncurkan kebijakan berisi sanksi dan hukuman bagi para gamer yang bermain curang dengan metode boosting.

Metode boosting kini sedang marak di Korea Selatan. Para pemain profesional atau ahli akan membantu meningkatkan level atau tingkat karakter sebuah akun pemain lain yang lebih rendah, dengan imbalan uang.

Metode boosting lainnya adalah seorang pemain game yang menciptakan akun lain yang dan salah satu akun dibuat kalah dalam sebuah pertandingan, demi mendapatkan ganjaran hadiah di dalam game.

Mengutip Polygon, kebijakan baru ini sudah disetujui para pengembang game di sana. Dijelaskan bahwa kebijakan tersebut sudah diloloskan pada Juni tahun lalu, namun baru di revisi kembali tahun ini setelah semakin marak jasa boosting di Korea Selatan.

Adapun sanksi yang disiapkan berupa ancaman penjara dua tahun dan denda sebesar 20 juta won atau sekitar Rp257 juta.

Beberapa game populer di Korea Selatan seperti League of Legends, StarCraft, Dota 2, dan Counter Strike: Global Offensive, disebut sangat mendukung kebijakan ini.

Kebijakan soal pelarangan metode boosting dianggap oleh para developer game begaia cara sehat bagi mereka untuk menjaga kualitas komunitas pemain game.

Dilaporkan media setempat bahwa beberapa pemain profesional di Korea Selatan sudah ada yang terjerat sanksi kebijakan ini.

Korea Selatan dan China tampak tengah membentuk ekosistem eSports di negara mereka menjadi lebih baik. Di China, pemerintah telah bekerja sama dengan developer game PUBG menangkap pembuat software untuk bermain curang.

Komentar

x