Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 09:49 WIB

Cyber Security Indonesia 2018

Langkah Penting Mengatasi Ancaman Siber Internal

Oleh : Ibnu Naufal | Jumat, 7 Desember 2018 | 13:30 WIB

Berita Terkait

Langkah Penting Mengatasi Ancaman Siber Internal
(Foto: INOV&ObserveIT)

INILAHCOM, Jakarta - Bagi suatu perusahaan, kejahatan siber selalu diartikan sebagai ancaman yang datang dari luar atau faktor eksternal.

Namun, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Ancaman internal yang sering diabaikan atau kurang mendapat perhatian bisa menjadi ancaman yang lebih besar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Albert Lee, Direktur APAC ObserveIT, yang menjelaskan bahwa serangan dari dalam tidak kalah membahayakan jika dibanding dengan serangan dari pihak luar.

Di saat perusahaan sangat mempersiapkan keamanan lembaganya dari jenis serangan luar, sementara itu, bahaya laten yang hadir dari pihak intern lembaga tersebut justru kurang diperhatikan.

"Banyak terjadi sabotase dan pencurian data di perusahaan. Belakangan ini ancaman dari dalam terus berkembang dibanding dengan ancaman dari luar. 60 persen ancaman berasal dari dalam karena mereka punya akses langsung ke data," ujar Albert dalam gelaran Cyber Security Indonesa, di JCC, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Menurut dia, ancaman internal tidak hanya berasal karyawan yang masih bekerja, namun bisa juga mantan karyawan atau jasa vendor security pihak ketiga.

Untuk mengantisipasi hal demikian, ObserveIT menawarkan purpose-built platform terdapat di dalamnya ada lebih dari 300 indikator ancaman dari dalam yang tidak umum, indikator tersebut menyediakan solusi keamanan ancaman orang dalam, termasuk pemantauan karyawan, pemantauan aktivitas pengguna, analisis perilaku, penegakan kebijakan, dan forensik digital.

Selain itu, perangkat lunak ini juga mampu mengidentifikasi tindakan user yang tidak sesuai kebijakan organisasi, misalnya perpindahan data dari komputer atau server yang tidak seharusnya, penggunaan aplikasi yang tidak diperbolehkan, tindakan yang tidak sah dan lain-lain, untuk mendeteksi, menginvestigasi dan menghentikan ancaman dari dalam.

Begitu ada indikasi pembobolan data, sistem ObserveIT bakal mengirimkan peringatan ke administator atau level management secara realtime.

"Mereka (pelaku) bisa langsung ke detect bila terindikasi ada ancaman. Perusahaan hanya perlu instal software dari ObserveIT sesuai kebutuhan, apakah untuk proteksi server atau laptop karyawan," ujar Lee.

Solusi keamanan dari perusahaan asal AS itu telah diadopsi di lebih dari 1.800 pelanggan korporasi di seluruh dunia yang berasal dari berbagai industri mulai dari banking, telecom, healtcare, insurance, pemerintahan, dan lainnya.

Komentar

Embed Widget
x