Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 09:44 WIB

Pemerintah China Tuntut Pembebasan Bos Huawei

Jumat, 7 Desember 2018 | 01:30 WIB

Berita Terkait

Pemerintah China Tuntut Pembebasan Bos Huawei
(cbc.ca)

INILAHCOM, Beijing - China menuntut pembebasan dengan segera CFO Huawei Meng Wanzhou yang ditahan di Kanada, karena penangkapannya akan berkembang menjadi insiden yang mengancam hubungan diplomatik.

Pemerintah China menyerukan kepada Kanada dan AS untuk mengklarifikasi alasan mereka atas penahanan Meng yang ditangkap di bandar udara Vancouver pada akhir pekan lalu dan menghadapi ekstradisi ke AS.

Kanada baru mengkonfirmasi penahanan peremuan 46 tahun itu pada Rabu malam waktu setempat (5/12/2018) atau Kamis pagi WIB (6/12/2018).

Baca juga: Bos Huawei Ditangkap di Kanada Atas Permintaan AS

Mengutip The Guardian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan pada Kamis bahwa Beijing menyerukan Ottawa dan Washington untuk segera mengklarifikasi alasan penahanan dan meminta segera membebaskan Meng.

Kontroversi tersebut mengancam untuk mendorong irisan lebih jauh antara AS dan China.

Geng mengatakan China telah memberikan bantuan konsuler kepada Meng sejak mengetahui penangkapannya.

Meng adalah salah satu wakil ketua di dewan perusahaan teknologi China dan merupakan putri dari pendiri Huawei, Ren Zhengfei.

Penangkapannya dilaporkan terkait dengan dugaan pelanggaran sanksi AS. Sidang pengadilan telah ditetapkan pada Jumat (6/12/2018), menurut departemen peradilan Kanada.

Dalam sebuah pernyataan, departemen itu menegaskan bahwa Meng telah ditangkap dan menghadapi ekstradisi ke AS.

"Karena ada larangan publikasi yang berlaku, kami tidak dapat memberikan detail lebih lanjut pada saat ini. Larangan itu permintaan Nyonya Meng," kata mereka.

Saham berjangka AS dan saham Asia jatuh setelah penangkapan Meng.

Berita itu muncul ketika Washington dan Beijing memulai negosiasi tiga bulan yang ditujukan untuk mengurangi perang perdagangan, menambah kekhawatiran investor global atas kenaikan suku bunga AS dan risiko lainnya terhadap pertumbuhan ekonomi global.

"AS telah mengatakan kepada sekutunya untuk tidak menggunakan produk Huawei karena alasan keamanan dan kemungkinan akan terus menekan sekutu-sekutunya," kata Norihiro Fujito, kepala strategi investasi di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, di Tokyo, Jepang.

"Jadi sementara ada momen singkat optimisme setelah pembicaraan akhir pekan AS-China... kenyataannya adalah, tidak akan semudah itu," katanya.

Otoritas AS telah menyelidiki Huawei setidaknya sejak 2016 karena diduga mengirim produk asal AS ke Iran dan negara-negara lain yang melanggar undang-undang ekspor dan sanksi AS.

Huawei, salah satu pembuat peralatan jaringan telekomunikasi terbesar di dunia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Meng telah ditahan sementara dan menghadapi 'tuduhan yang tidak ditentukan' di distrik timur New York.

Perusahaan mengatakan telah memenuhi 'semua hukum dan peraturan yang berlaku di mana ia beroperasi', termasuk undang-undang sanksi.

"Hanya ada sedikit informasi yang diberikan kepada Huawei tentang tuduhan spesifik. Huawei tidak menyadari kesalahan apa pun oleh Nyonya Meng," kata Guo Ping, Deputy Chairman/ Rotating CEO Huawei dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Wechat, Kamis.

"Perusahaan percaya sistem hukum Kanada dan AS pada akhirnya akan mencapai kesimpulan yang adil," katanya.

Komentar

Embed Widget
x