Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:19 WIB

Bos Huawei Ditangkap di Kanada Atas Permintaan AS

Jumat, 7 Desember 2018 | 00:30 WIB

Berita Terkait

Bos Huawei Ditangkap di Kanada Atas Permintaan AS
(softpedia.com)

INILAHCOM, San Francisco - Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou dilaporkan telah ditangkap kepolisian Kanada pada akhir pekan lalu saat transit di bandar udara Vancouver.

Wangzhou ditangkap dengan tuduhan telah melanggar penerapan sanksi ekonomi AS terhadap Iran. Perempuan yang juga merupakan putri dari pendiri Huawei, Ren Zhengfei itu akan menghadapi sidang perdananya pada Jumat (6/12/2018).

Mengutip GSM Arena, penangkapan ini terjadi atas permintaan dari Permerintah AS yang memang berulang kali menuduh Huawei sebagai ancaman keamanan nasional, lantaran teknologi perusahaan asal China ini dapat digunakan untuk mata-mata.

Melalui pernyataan resminya, pihak Huawei membenarkan kabar penangkapan tersebut, dan mengatakan akan mengikuti semua prosedur hukum yang berlaku.

Huawei pun mengatakan telah mengikuti semua aturan di tempatnya beroperasi, termasuk aturan kontrol ekspor dan sanksi yang berlaku dari PBB, AS, dan Uni Eropa.

"Baru-baru ini, CFO perusahaan kami, Meng Wanzhou, ditahan sementara oleh Otoritas Kanada. Perusahaan mendapat sedikit informasi mengenai tuduhan tersebut dan tidak mengetahui adanya kesalahan yang dilakukan Meng," tulis pihak Huawei.

"Perusahaan percaya sistem hukum Kanada dan AS pada akhirnya akan mencapai keputusan yang adil," lanjut mereka.

Kondisi perdagangan antara AS dengan China memang tengah memanas. Bukan hanya Huawei, ZTE pun mengalami hal yang serupa. Beberapa bulan lalu, ZTE diketahui melanggar kesepakatan dengan pemerintah AS lantaran menjual smartphone berisi hardware dan software dari AS ke Iran.

Penjualan smartphone yang dimaksud terjadi pada 2012 silam. Kerika itu AS sedang memberlakukan embargo perdagangan terhadap Iran.

Pada Februari lalu, FBI dan CIA pun menyerukan agar warga AS untuk tidak menggunakan berbagai produk buatan Huawei dan ZTE karena dicurigai adanya penyalahgunaan perangkat buatan kedua perusahaan asal China itu yang dipakai untuk memata-matai.

Komentar

x