Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 19:34 WIB

Tips Berkendara Jika Terpaksa Terabas Genangan Air

Senin, 3 Desember 2018 | 15:15 WIB

Berita Terkait

Tips Berkendara Jika Terpaksa Terabas Genangan Air
(dok.MMKSI)

MUSIM penghujan sudah datang. Tak ayal, berbagai masalah timbul menyertainya, mulai dari kemacetan, pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir.

Hal ini menjadi momok bagi para pengendara mobil di kota-kota besar. Tanpa hujan saja, jalanan sudah macet, apalagi bila ditambah dengan genangan-genangan akibat hujan yang turun.

Terkadang, Anda sebagai pengemudi tak punya pilihan selain menerobos genangan air tersebut karena terburu waktu. Tapi, di sini saatnya bagi Anda untuk tetap waspada, jangan remehkan genangan air yang dilewati mobil.

Menurut Mitsubishi Motors dalam keterangan tertulisnya kepada INILAHCOM, Senin (3/12/2018), mempersiapkan kendaraan agar fit dan bisa diandalkan saja tidaklah cukup. Anda pun dituntut memahami beberapa jurus jitu saat menerabas genangan air.

Yang mesti dipahami pengemudi sebelum memacu mobilnya ke dalam air adalah karakter dan kondisi mobil, serta seberapa dalam kira-kira genangan air yang ada di depan.

Biasanya yang takut menghadapi genangan air dan banjir adalah mobil-mobil seperti sedan atau city car karena tidak memiliki ground clearance yang cukup tinggi. Beda dengan SUV yang memang desain mobilnya memiliki ground clearance tinggi.

Meski demikian, jika ada genangan air yang cukup tinggi, sebaiknya Anda lebih baik mencari jalan lain.

Namun, apabila tidak ada jalan lain, maka Anda harus memastikan filter udara tidak kemasukan air yang diakibatkan oleh gelombang atau riak air. Sebab, kalau sampai filter udara terendam maka bisa menyebabkan water hammer.

Water hammer adalah kondisi air masuk ke ruang pembakaran dan tentunya bisa merusak mesin.

Selain itu, pastikan Anda melaju dengan kecepatan rendah dan gunakan gigi rendah, baik pada transmisi manual maupun transmisi otomatis saat menerabas banjir.

Hindari juga posisi setengah kopling ataupun mengocok gas dalam genangan karena berpotensi menimbulkan gelombang atau riak air.

Jika ternyata ketinggian air melebihi batas aman dan menyebabkan mobil Anda mogok, maka jangan pernah untuk mencoba menyalakan mesin mobil lagi. Karena dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Kemudian jika berhasil melewati genangan air tersebut, segera periksa kondisi rem apakah tetap optimal dengan metode sederhana. Jalankan kendaraan dengan kecepatan rendah, sekitar 5 km/jam, injak pedal rem berkali-kali untuk memastikan kondisinya prima.

Usai melintasi banjir bukan berarti masalah selesai, segerakan periksa kendaraan Anda di bengkel resmi terdekat.

Komentar

Embed Widget
x