Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 09:46 WIB

8 Aplikasi Android di Play Store Lakukan Penipuan?

Kamis, 29 November 2018 | 14:14 WIB

Berita Terkait

8 Aplikasi Android di Play Store Lakukan Penipuan?
(theverge.com)

INILAHCOM, San Francisco - Delapan aplikasi Android di Google Play Store dengan jumlah pengunduh lebih dari 2 miliar dilaporkan turut serta dalam praktek penipuan.

Tujuh dari delapan aplikasi itu milik Cheetah Mobile, perusahaan asal China sementara satu sisanya dimiliki oleh Kika Tech, perusahaan China yang bermarkas di Silicon Valley, California, AS.

Cheetah Mobile dan Kika Tech ditemukan telah memanfaatkan izin aplikasi untuk memonitor pengunduh baru dan melakukan penipuan komisi yang didapatkan dari pengunduhan aplikasi. Menurut data dari perusahaan analitik aplikasi Kochava, nilai penipuan ini mencapai jutaan dolar AS

Dalam skema ini, perilaku pengguna memang dimonitor. Namun, skema ini utamanya merugikan developer, yang membayar sejumlah uang pada perusahaan rekan yang membantu mereka untuk mendapatkan pengguna baru.

Normalnya, ketika seorang pengguna mengunduh aplikasi, developer akan memeriksa iklan atau tautan mana yang pengguna klik. Mereka kemudian akan membayar pada pihak yang menampilkan iklan atau tautan itu.

Sementara delapan aplikasi ini dilaporkan memonitor pengunduhan baru dan mengklaim bahwa unduhan ini berasal dari mereka, tidak peduli siapa sebenarnya pihak yang menampilkan iklan.

Mengutip The Verge, dalam beberapa kasus, aplikasi Cheetah Mobile bahkan didesain untuk meluncurkan aplikasi baru yang diunduh agar mereka mendapatkan komisi.

Tujuh aplikasi milik Cheetah Mobile yang diduga terlibat dalam masalah ini adalah Clean Master, CM File Manager, CM Launcher 3D, Security Master, Battery Doctor, CM Locker, dan Cheetah Keyboard.

Masing-masing dari aplikasi itu telah diunduh hingga jutaan kali. Aplikasi-aplikasi itu bahkan dipromosikan oleh Google Play.

Cheetah Mobile, yang memang dikenal sering membuat aplikasi berkualitas rendah yang dinamai mirip dengan aplikasi populer agar para pengguna tertipu, kini juga tengah dilaporkan melakukan penipuan terkait jumlah trafik dan pendapatan mereka. Mereka juga dilaporkan membeli review pengguna.

Sementara aplikasi Keka Keyboard dari Kika Tech juga dilaporkan melakukan skema serupa. Aplikasi ini akan meminta izin untuk memonitor apa yang pengguna ketika. Setelah itu, mereka akan mengklaim komisi dari aplikasi yang pengguna cari.

Kedua perusahaan China tersebut membantah tuduhan ini dan mengatakan bahwa ada SDK (Software Development Kit) pihak ketiga yang menyebabkan aplikasi mereka berlaku seperti ini.

Namun, klaim ini dibantah oleh Kochava, yang menyebutkan bahwa SDK dari aplikasi buatan perusahaan China ini memang memiliki skema penipuan.

Komentar

Embed Widget
x