Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 11:14 WIB

SAP Paparkan Tren Belanja Online Konsumen di AS

Oleh : Ibnu Naufal | Kamis, 29 November 2018 | 19:19 WIB
SAP Paparkan Tren Belanja Online Konsumen di AS
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Konsumen kini kian beralih dari aktivitas belanja konvensional dengan cara mendatangi toko fisik di beragam lokasi (offline) ke belanja secara digital (online).

SAP mengungkapkan bahwa tujuh dari 10 konsumen e-commerce AS membeli produk fesyen secara online dan mendambakan pengalaman bertransaksi secara langsung yang ditawarkan oleh retailer.

Hal tersebut terungkap dari hasil studi SAP dengan tema 'Consumer Propensity Study' terbaru mengenai kebiasaan masyarakat AS pada saat melakukan belanja online.

Head of Strategy SAP Commerce Cloud Chris Hauca mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan survei terhadap 1.000 orang warga AS. Hasilnya, tujuh dari 10 konsumen menginginkan pengalaman transaksi secara langsung yang ditawarkan retailer, seperti fitting room.

"Survei mengindikasikan bahwa pembeli senang dengan kepraktisan berbelanja online, namun merasa biaya pengirimkan lebih tinggi dari yang diharapkan atau proses pengembalian yang bertele-tele dengan cepat mengubah pemikiran tersebut," ujar Hauca dalam siaran pers yang diterima INILAHCOM, Kamis (29/11/2018).

Dia menjelaskan bahwa dari hasil survei tersebut ada sejumlah trik yang dapat dilakukan oleh para pemain e-commerce agar konsumen tidak mengabaikan keranjang belanja atau shopping cart dan mendorong tambahan pembelian.

Trik itu di antaranya yaitu menyediakan layanan gratis ongkos kirim, menyediakan lebih banyak pilihan ke pelanggan dan menawarkan lebih banyak informasi kepada pelanggan untuk membuat keputusan atas produk yang dipilih.

"Para retailer harus mempertimbangkan tentang bagaimana mereka mampu menghilangkan kejutan yang mengganggu konsumen. Untuk memastikan pengalaman yang baik dan terus bertahan setelah pembelian, perusahaan perlu terhubung dengan proses-proses yang dihadapi pelanggan, dengan rantai pasokan back-end," katanya.

Komentar

x