Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 12:07 WIB

Akan Tutup 5 Pabrik, GM Pecat 14.000 Karyawan

Selasa, 27 November 2018 | 21:21 WIB
Akan Tutup 5 Pabrik, GM Pecat 14.000 Karyawan
(Foto: electrive)

INILAHCOM, Jakarta - General Motors (GM) akan merumahkan sekitar 14 ribu pekerja di Amerika Utara menyusul kemungkinan penutupan lima pabrik mereka.

Hal ini merupakan imbas dari restrukturisasi perusahaan yang ingin lebih fokus pada produksi kendaraan listrik dan swakemudi, kata GM dalam pernyataannya yang dikutip AP.

Jumlah pekerja yang dirumahkan itu mencapai 8 persen dari total tenaga kerja GM secara global yang berjumlah 180 ribu karyawan.

Restrukturisasi yang dilakukan mencerminkan perubahan pasar otomotif di Amerika Utara, di mana arah bisnis GM terus bergeser dari mobil biasa menuju SUV dan truk. Pada Oktober lalu, hampir 65 persen dari kendaraan baru yang dijual di AS adalah truk atau SUV.

Pengurangan tenaga kerja yang terjadi mencakup sekitar 8.000 karyawan kerah putih, atau 15 persen dari keseluruhan tenaga kerja kerah putih GM di Amerika Utara.

Sementara itu, sekitar 3.300 pekerja kerah biru bisa kehilangan pekerjaan di Amerika serikat dan 2.600 lainnya di pabrik-pabrik di Kanada.

Meski demikian, beberapa pekerja di AS dapat pindah ke pabrik truk atau SUV untuk meningkatkan produksi.

Pemangkasan karyawan ini menandai perampingan besar GM untuk pertama kalinya sejak merumahkan ribuan pekerja dalam peristiwa 'Resesi Hebat'.

GM juga mengatakan akan menghentikan operasi dua pabrik tambahan di luar Amerika Utara pada akhir tahun depan, selain penutupan pabrik yang diumumkan sebelumnya di Gunsan, Korea Selatan.

Langkah yang dilakukan GM kemungkinan akan diikuti oleh Ford Motor, yang telah mengatakan tentang restrukturisasi dan akan memberhentikan sejumlah pekerja kerah putih mereka yang tidak ditentukan jumlahnya.

Toyota Motor Corp juga telah membahas pemotongan biaya, meskipun mereka membangun pabrik perakitan baru di Alabama.

Pemutusan hubungan kerja itu terjadi di tengah-tengah perang perdagangan antara AS, China dan Eropa yang kemungkinan akan menyebabkan harga yang lebih tinggi untuk kendaraan impor maupun yang diekspor dari AS

CEO GM Mary Barra mengatakan perusahaan memang tengah menghadapi tantangan terkait tarif yang disebabkan oleh perang dagang, tetapi dia tidak secara langsung menghubungkan hal itu dengan PHK yang pihaknya lakukan.

"GM tidak meramalkan kemerosotan ekonomi dan membuat pemangkasan. Untuk berada di depan ketika perusahaan dan ekonomi sedang kuat," kata Barra kepada wartawan.

Pabrik yang kemungkinan ditutup termasuk pabrik perakitan di Detroit dan Oshawa, Ontario, Lordstown, Ohio, serta pabrik transmisi di Warren, Michigan, dan di dekat Baltimore.

Pengumuman itu mengkhawatirkan para pekerja GM yang bisa kehilangan pekerjaan mereka.

Komentar

Embed Widget
x