Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 11:14 WIB

Iklan Dianggap Rasis, China Boikot Dolce & Gabbana

Sabtu, 24 November 2018 | 10:45 WIB
Iklan Dianggap Rasis, China Boikot Dolce & Gabbana
(ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Beijing - Sejumlah situs e-commerce di China menghapus produk-produk dari Dolce & Gabbana setelah iklan brand fesyen itu dianggap rasis dan merendahkan negara tersebut.

Reuters melaporkan, e-commerce Kaola milik NetEase Inc membenarkan bahwa mereka menghapus produk-produk dari Dolce & Gabbana, begitu juga dengan retailer barang mewah Secoo menghapus produk dari merk tersebut sejak Rabu lalu (21/11/2018).

Produk Dolce & Gabbana juga tidak ditemukan di toko Yoox Net-A-Porter, milik Richemont perusahaan induk Cartier, namun perusahaan tersebut menolak berkomentar.

Laman yang menampilkan produk Dolce & Gabbana yang semula tertaut ke situs milik Alibaba Group Holding Ltd dan JD.com Inc juga dilaporkan Reuters kosong. Kedua perusahaan menolak berkomentar terhadap isu ini.

Toko bebas pajak di bandara Haikou, di China bagian selatan, melalui Weibo menyatakan sudah menarik semua produk Dolce & Gabbana dari rak pajang mereka.

Warganet negara tersebut marah setelah Dolce & Gabbana, brand fesyen dan rumah mode asal Italia, merilis iklan yang dianggap rasis. Dolce & Gabbana pun membatalkan peragaan busana di China menyusul kontroversi iklan ini.

Iklan tersebut memuat seorang perempuan berwajah oriental kesulitan memakan spaghetti dan pizza memakai sumpit.

Kemarahan bergolak karena beredar tangkapan layar percakapan pesan pribadi (DM) Instagram Stefano Gabbana yang menyebut 'China Ignorant Dirty Smelling Mafia' atau 'China Cuek Bau Mafia' dan menulis sejumlah emoji kotoran untuk menjabarkan negara tersebut.

Dolce & Gabbana mengeluarkan pernyataan bahwa akun media sosial mereka telah diretas.

Konsumen China menyumbang lebih dari sepertiga penjualan barang mewah secara global, mereka berbelanja di negaranya sendiri, bukan lagi saat jalan-jalan keluar negeri.

Komentar

x