Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 09:49 WIB

Ini Penghasilan Carlos Ghosn yang Tidak Dilaporkan

Sabtu, 24 November 2018 | 06:06 WIB

Berita Terkait

Ini Penghasilan Carlos Ghosn yang Tidak Dilaporkan
(ist)

INILAHCOM, Tokyo - Mantan Chairman Nissan, Carlos Ghosn, ditaksir memiliki penghasilan yang tidak dilaporkan sebesar US$71 juta atau sekitar Rp1,03 triliun yang jauh melebih dugaan awal atas tuduhan mengecilkan jumlah penghasilan dalam laporan keuangan.

Pria kelahiran Brasil 64 tahun lalu yang menjadi warga Prancis itu akan menghadapi tuntutan baru dari jaksa di Jepang, setelah diberhentikan Nissan dari jabatan Chairman, yang mengejutkan dunia bisnis karena sosoknya yang dihormati sebagai ketua aliansi raksasa otomotif Nissan-Renault-Mitsubishi.

Baca juga: Nissan Resmi Copot Ghosn dari Jabatan Chairman

Jaksa menangkap Ghosn pada awal pekan ini bersama Direktur Representatif Nissan Greg Kelly atas tuduhan bersekongkol mengurangi jumlah pendapatan Ghosn dalam laporan keuangan, sekitar 5 miliar yen (US$44 juta) periode Juni 2011 hingga Juni 2015.

Saat ini, Ghosn diduga mengurangi jumlah pendapatannya dalam laporan keuangan senilai 3 miliar yen dalam tiga tahun fiskal berikutnya, menurut laporan Asahi Shimbun dan Nikkei.

Jaksa berencana menuntutnya dengan tuduhan mengurangi penghasilannya dengan total 8 miliar yen (US$71 juta atau sekitar Rp1,03 triliun) sejak Juni 2011, kata Asahi.

Baca juga: Renault Tetap Pertahankan Carlos Ghosn Sebagai CEO

Di sisi lain, berdasarkan hukum di Jepang, tersangka yang sudah ditahan dapat menghadapi surat perintah penangkapan tambahan, dengan hukuman yang lebih berat.

Ghosn juga diduga tidak melaporkan laba 4 miliar yen melalui hak apresiasi saham - metode bagi perusahaan untuk memberikan bonus kepada manajemen atas pendapatan yang kuat, kata Nikkei.

Secara terpisah, kantor berita Kyodo melaporkan bahwa Nissan telah membayar US$100.000 per tahun sejak 2002 kepada saudara perempuan Ghosn yang tidak memiliki catatan pekerjaan sebagai penasihat dalam perusahaan itu.

Wakil kepala jaksa Jepang, Shin Kukimoto, mengatakan bahwa kasus Ghosn adalah 'salah satu jenis kejahatan paling serius' di bawah Undang-Undang Instrumen Keuangan Jepang, dan Ghosn bisa menghadapi hukuman 10 tahun penjara, demikian lansir AFP.

Komentar

Embed Widget
x