Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:15 WIB

580.000 Pengguna Android Unduh Game Berisi Malware

Kamis, 22 November 2018 | 15:30 WIB

Berita Terkait

580.000 Pengguna Android Unduh Game Berisi Malware
(ist)

INILAHCOM, San Francisco - Sekitar 580 ribu pengguna Android mengunduh malware yang disamarkan sebagai game yang ada di toko aplikasi Google Play Store.

Dalam cuitannya di Twitter, peneliti di perusahaan keamanan siber ESET, Lukas Stefanko, menyebut ada 13 game berisi malware yang dibuat oleh developer yang sama.

Ketika dia memposting cuitan tersebut, game-game itu masih bisa diunduh dari Google Play. Dua dari 13 game itu masuk ke dalam kategori trending, membuatnya lebih mudah untuk ditemukan.

Jika digabung, ke-13 aplikasi ini telah diunduh sebanyak 580 ribu kali sebelum akhirnya diblokir oleh Google, menurut laporan TechCrunch.

Pengguna Android yang mengunduh aplikasi ini berpikir bahwa mereka akan memainkan game untuk mengendarai truk. Namun, mereka mendapatkan aplikasi yang terlihat penuh dengan bug, sehingga aplikasi terus crash saat dibuka.

Padahal, aplikasi itu sedang mengunduh konten lain dari domain lain, yang terdaftar di bawah nama developer di Istanbul, Turki. Aplikasi itu juga akan memasang malware tanpa sepengetahuan pengguna sebelum menghapus ikon aplikasi.

Namun, masih belum diketahui apa yang dilakukan oleh malware ini. Sepertinya setelah dipindai sekalipun, tidak diketahui apakah jenis dari malware ini.

Satu hal yang pasti, malware ini akan secara otomatis diaktifkan ketika smartphone atau tablet Android baru saja dinyalakan. Malware ini juga memiliki akses penuh pada jaringan seluler, yang bisa digunakan penyerang untuk mencuri data.

Juru bicara Google, Scott Westover, mengonfirmasi bahwa aplikasi-aplikasi itu melanggar peraturan Google dan kini telah dihapus dari Google Play Store.

Raksasa internet asal AS itu sejatinya telah menggunakan berbagai cara untuk mengamankan pengguna Android. Sayangnya, Google masih terus menemukan aplikasi berbahaya di toko aplikasi mereka.

Komentar

x