Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 06:36 WIB

Facebook Pecat Pendiri Oculus Karena Dukung Trump?

Jumat, 16 November 2018 | 19:30 WIB

Berita Terkait

Facebook Pecat Pendiri Oculus Karena Dukung Trump?
(USA Today)

INILAHCOM, San Francisco - Co-founder Oculus VR sekaligus kreator headset Virtual Reality (VR) Oculus Rift, Palmer Luckey, telah meninggalkan Facebook pada awal 2017 lalu tanpa alasan yang pasti.

Saat itu, CEO Facebook Mark Zuckerberg hanya mengatakan bahwa alasan kepergian Luckey adalah masalah pribadi yang disebutnya tidak pantas untuk disebarluaskan.

Namun, rumor yang baru-baru ini beredar menyebutkan jika Luckey sebenarnya 'disingkirkan' oleh Facebook karena pilihan politiknya. Pada pilpres AS 2016, diketahui bahwa pria 26 tahun ini mendukung Donald Trump yang kini menjadi presiden AS.

Diwartakan Wall Street Journal, Luckey kabarnya pernah mendonasikan uang sebesar US$10.000 untuk mendukung simpatisan anti-Hillary Clinton, lawan Trump dalam pilpres AS 2016.

Hengkangnya Luckey disinyalir bukanlah atas inisiatifnya sendiri. Facebook disebut memberikannya cuti sebelum akhirnya memecat Luckey dengan uang pesangon sebesar US$100 juta.

Rumor tersebut langsung dibantah oleh salah seorang juru bicara Facebook.

"Semua detail yang berkaitan dengan masalah pegawai adalah sangat rahasia. Ini merupakan kebijakan kami untuk semua pegawai, apapun jabatannya," ujar sang juru bicara seraya menegaskan bahwa Luckey meninggalkan Facebook bukan karena pilihan politiknya.

"Kami selalu memperjelasnya bahwa segala urusan politik itu kehendak dirinya dan kami tidak menekannya untuk mengatakan sesuatu yang tidak faktual atau benar," imbuh juru bicara itu.

Oculus VR menjadi bagian Facebook setelah pada 2014 resmi diakuisisi oleh raksasa jejaring sosial itu. Para eksekutif Oculus, termasuk Luckey pun bergabung menjadi karyawan Facebook.

Sementara itu, pada Oktober lalu, salah satu mantan teknisi Facebook, Brian Amerige, juga meninggalkan Facebook setelah menulis memo kontroversial. Dia mengkritik lingkungan kerja Facebook yang dianggapnya monokultur terhadap pandangan politik dan intoleran terhadap perbedaan pendapat.

Amerige tidak menyebutkan secara spesifik alasannya meninggalkan Facebook. Namun, dia memastikan keputusannya bukan dalam rangka mencoba tantangan baru di tempat lain.

Komentar

x