Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 01:16 WIB

Hyundai Investasi US$250 Juta di Grab

Kamis, 8 November 2018 | 05:05 WIB

Berita Terkait

Hyundai Investasi US$250 Juta di Grab
(ist)

INILAHCOM, Seoul - Hyundai meningkatkan peluang bisnis di pasar Asia Tenggara yang tengah tumbuh dengan menginvestasikan dana sebesar US$250 juta di Grab Singapura, demi bersaing dalam perlombaan transportasi era baru.

Mengutip Reuters, investasi ini adalah yang terbesar yang dilakukan oleh Hyundai untuk sebuah perusahaan teknologi otomotif. Hal tersebut menandakan adanya pergeseran dalam strategi bisnis para konglomerat Korea Selatan yang biasanya menghindari kemitraan dalam mendukung pengembangan teknologi sendiri.

Hyundai Motor Group dan afiliasinya, Kia Motors Corp, akan meluncurkan proyek percontohan kendaraan listrik di Asia Tenggara pada tahun depan, dimulai dengan Singapura, di mana 200 kendaraan listrik akan disewakan kepada pengemudi Grab, kata Hyundai dalam sebuah pernyataan.

Proyek itu nantinya akan diperluas ke negara lainnya termasuk Malaysia dan Vietnam, di mana pasar untuk mobil bertenaga 'tradisional' didominasi oleh Jepang.

Langkah ini dilakukan oleh Hyundai karena penjualan di dua pasar terbesarnya, yakni China dan AS berjalan lamban, sementara harga saham mereka telah jatuh hampir sepertiga tahun ini.

Hyundai telah bergabung dalam perlombaan global untuk berinvestasi di perusahaan ride-hailing, karena kepemilikan mobil secara luas diperkirakan akan turun, sebagai bagian dari meningkatnya pilihan layanan berbagi mobil di kota-kota besar.

"Tak hanya Hyundai, tetapi semua produsen otomotif global telah menyadari bahwa menghasilkan pendapatan semata-mata dari penjualan kendaraan bukanlah pilihan yang berkelanjutan dan layak," kata Chi Young-cho, Chief Innovating Officer Hyundai, kepada para wartawan di Seoul, Korea Selatan.

Awal tahun ini, Hyundai mengatakan menginvestasikan US$25 juta untuk 0,45 persen saham di Grab, bergabung dengan investor lain seperti perusahaan Didi Chuxing, perusahaan Jepang SoftBank Group Corp, dan Toyota Motor Corp.

Grab menyebut bahwa sejauh ini telah mengumpulkan US$2,7 miliar dari pendanaan, termasuk investasi terbaru Hyundai, dan berada pada jalur untuk menarik lebih dari US$3 miliar pada akhir tahun ini.

Presiden Grab Ming Maa mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan belum memiliki rencana untuk go public.

"Kemitraan ini akan membantu Grab menurunkan kepemilikan mobil dan biaya operasi untuk para pengemudi," katanya.

Hyundai sendiri berharap dapat meluncurkan layanan berbagi-tumpangan sendiri di pasar terpilih pada tahun depan. Chi mengatakan pihaknya tengah melihat peluang untuk melakukan akuisisi, tetapi sayangnya dia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai hal itu

Raksasa otomotif Korea Selatan ini juga memiliki tujuan untuk mengumpulkan data, seperti proses pengisian baterai dari mobil yang disewakan ke Grab, guna mengembangkan kendaraan yang lebih baik untuk pasar Asia Tenggara.

Perusahaan itu juga berharap dapat mengeksplorasi kemungkinan membangun pabrik di wilayah tersebut dalam jangka panjang.

Pasar kendaraan listrik di Asia Tenggara sangat kecil. Hanya 142 mobil bertenaga baterai yang kemungkinan akan dijual di pasar pada tahun ini, dibandingkan enam tahun lalu, berdasarkan data yang ditunjukkan oleh peneliti pasar LMC Automotive.

Penjualan kendaraan listrik tahun ini kemungkinan akan mencapai 693.894 unit di China dan 172.744 unit di AS, masih berdasarkan sumber data yang sama.

Komentar

Embed Widget
x