Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 04:24 WIB

Ribuan Pekerja Google Lakukan Aksi Mogok

Minggu, 4 November 2018 | 01:01 WIB

Berita Terkait

Ribuan Pekerja Google Lakukan Aksi Mogok
(ist)

INILAHCOM, San Francisco - Ribuan pekerja Google mogok sebagai bentuk protes mereka terkait cara perusahaan menangani kasus pelecehan seksual yang terjadi, khususnya di tingkat eksekutif.

Pemogokan ini dimulai di Tokyo, Jepang, pada Kamis, 2 November 2018, pukul 11,00 waktu setempat. Pekerja dari berbagai kantor Google di kota-kota lain, termasuk Singapura, Dublin (Irlandia), London (Inggris), Berlin (Jerman), Zurich (Swiss), dan New York (AS), mengikuti aksi ini pada pukul 11.00 waktu lokal.

Akun Twitter @GoogleWalkout dan tagar #GoogleWalkout menceritakan tentang aksi mogok yang terjadi di seluruh dunia ini.

Di Mountain View, California, AS, yang merupakan markas utama Google, para pekerja masuk ke plaza utama, tidak jauh dari bangunan yang menjadi kantor dari CEO Sundar Pichai.

Sebagian pekerja menjelaskan tuntutan mereka dengan mikrofon sementara para pemprotes lain meneriakkan ungkapan seperti, 'Lawan Balik!'

Para pemprotes membawa papan dengan tulisan 'Dukung Para Wanita Google' dan 'Pria Google Mendukung Wanita Google'.

"Kami merepresentaskan gerakan yang telah ada di Google sejak lama. Ini aksi yang lebih penting dari kita sebagai individual," kata Celie O'Neil-Heart, salah satu orang pekerja Google yang mengorganisasi aksi mogok ini, seperti dilansir CNET.

Penyelenggara aksi mogok itu menyebutkan bahwa ada 'ribuan' pekerja Google yang ikut serta.

Para pemprotes juga menyampaikan beberapa tuntuntan mereka pada Pichai dan salah satu pendiri Google, Larry Page. Salah satu tuntutan mereka adalah penghapusan arbitrasi paksa dalam kasus pelecehan seksual.

Arbitrasi berarti para pekerja Google dilarang menuntut perusahaan. Terkadang, mereka harus setuju dengan perjanjian kerahasian. Selain itu, para pekerja juga menuntut perusahaan untuk merilis laporan transparansi terkait kasus pelecehan seksual.

Di San Francisco, AS, sekitar 1.000 pekerja Google memenuhi Harry Bridget Plaza, membawa papan bertuliskan 'Jangan Menjadi Jahat', yang merupakan salah satu motto Google.

Aksi mogok ini dilakukan menyusul artikel yang dirilis New York Times mengenai investigasi tentang pelecehan seksual di Google. Menurut laporan artikel tersebut, salah satu eks petinggi Google yang juga dikenal sebagai pencipta Android, Andy Rubin, dituduh telah memaksa seorang pekerja untuk melakukan seks oral di sebuah kamar hotel pada 2013 silam.

Google disebutkan melakukan investigasi dan menemukan bahwa tuduhan itu memang benar. Google pun meminta Rubin untuk mundur meski mereka tetap memberikan pesangon sebesar US$90 juta.

Rubin pun menjawab artikel New York Times itu dengan postingan di Twitter pribadinya.

"Tuduhan salah ini adalah bagian dari kampanye untuk merusak nama baik saya. Artikel itu mengandung beberapa fakta salah tentang waktu saya ketika saya bekerja di Google dan melebih-lebihkan kompensasi yang saya terima," cuit Rubin.

Artikel dari New York Times itu membuat banyak pekerja Google marah. Pekan lalu, CEO dari Alphabet, perusahaan induk Google, Larry Page, meminta maaf pada semua karyawan.

Meski aksi mogok ini merupakan bentuk protes para pekerja kepada manajemen, namun para pemimpin Google dikabarkan tidak keberatan.

Pichai berkata bahwa departemen kepegawaian Google akan memastikan bahwa semua manager di perusahaan sadar akan aksi mogok ini dan para pekerja mendapatkan dukungan dari perusahaan jika mereka memerlukannya.

Komentar

Embed Widget
x