Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 17:31 WIB

Google Bayar US$90 Juta untuk Minta Rubin Mundur

Jumat, 26 Oktober 2018 | 15:30 WIB

Berita Terkait

Google Bayar US$90 Juta untuk Minta Rubin Mundur
(Foto: cometonigeria)

INILAHCOM, New York - Google kabarnya telah memberikan US$90 juta kepada mantan eksekutifnya yang dikenal dengan julukan 'Bapak Android', yakni Andy Rubin, agar dia mengundurkan diri dari perusahaan pada 2014.

Rubin meninggalkan Google pada Oktober 2014 setelah seorang karyawan Google menuduh dirinya melakukan pelecehan seksual. Google kemudian meminta Rubin mundur setelah penyelidikan internal menyimpulkan bahwa tuduhan itu bisa dipercaya, tulis New York Times dalam laporannya yang dikutip Jumat (26/10/2018).

Seorang karyawan wanita Google --yang memiliki 'hubungan' dengan Andy Rubin-- mengaku pernah diminta Rubin untuk melakukan oral seks di sebuah kamar hotel pada tahun 2013.

Google bisa saja memecat Rubin dengan sedikit kompensasi, tapi raksasa internet ini melakukan sebaliknya. Google menyerahkan paket kompensasi senilai US$90 juta kepada Rubin untuk mengundurkan diri dari Google, yang dibayarkan secara angsuran US$2 juta per bulan selama empat tahun.

Rubin adalah salah satu dari tiga eksekutif yang dilindungi Google selama dekade terakhir setelah mereka dituduh melakukan pelanggaran seksual. Namun, Google selalu bungkam tentang tuduhan-tuduhan pelanggaran seksual tersebut.

Sam Singer, juru bicara Rubin, membantah bahwa perusahaan teknologi itu telah memberitahu tentang kesalahan apa pun di Google dan mengatakan Rubin meninggalkan perusahaan atas kemauannya sendiri.

"Kisah New York Times berisi banyak ketidakakuratan tentang pekerjaan saya di Google dan membesar-besarkan berlebihan tentang kompensasi saya," kata Rubin dalam sebuah pernyataan.

"Secara khusus, saya tidak pernah memaksa seorang wanita untuk berhubungan seks di kamar hotel. Tuduhan palsu ini adalah bagian dari kampanye kotor oleh mantan istri saya untuk meremehkan saya selama perceraian dan 'pertempuran' hak asuh," ujar dia.

Komentar

Embed Widget
x