Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 10:27 WIB

Kementerian Kominfo Blokir Grup LGBT di Facebook

Jumat, 12 Oktober 2018 | 09:30 WIB

Berita Terkait

Kementerian Kominfo Blokir Grup LGBT di Facebook
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika telah memblokir grup Facebook Lesbian Gay Bisexual Transgender (LGBT) yang dalam beberapa hari ini telah menghebohkan warganet Indonesia.

Langkah pemblokiran terhadap grup Facebook yang beralamat di https://www.facebook.com/groups/605636449448086A dilakukan setelah mendapat surat elektronik dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang meminta grup facebook tersebut diblokir.

Dalam keterangan tertulis, grup tersebut dinilai dapat membahayakan anak-anak dan remaja di wilayah Garut dan sekitarnya.

"Grup LGBT di Garut tersebut, menurut KPAI berpotensi mengampanyekan praktik gay di kalangan anak-anak atau remaja laki-laki," demikian bunyi keterangan tersebut.

Sebelumnya, Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo telah melakukan penelusuran dan analisis terhadap muatan grup Facebook tersebut dan menemukan bahwa terdapat beberapa konten yang mengandung muatan pornografi.

Kategori pornografi mengacu pada UU No 44 Tahun 2008 adalah konten yang secara eksplisit memuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; kekerasan seksual; masturbasi atau onani; ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; alat kelamin; atau pornografi anak.

Langkah pemblokiran terhadap grup Facebook itu juga diambil setelah Subdit Pengendalian Konten Internet Kementerian Kominfo berkoordinasi dgn Polres Garut mengenai kasus ini. Polres Garut menyetujui usulan KPAI agar Kemkominfo RI melakukan pemblokiran terhadap group facebook tersebut.

Untuk diketahui, hingga awal Oktober 2018, Kementerian Kominfo telah melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 890 ribu situs internet yg melanggar undang-undang, 80 persen di antaranya adalah situs pornografi.

Komentar

Embed Widget
x