Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 11:01 WIB

FireEye: Korea Utara Ancaman Siber Terbesar Dunia

Kamis, 11 Oktober 2018 | 01:30 WIB

Berita Terkait

FireEye: Korea Utara Ancaman Siber Terbesar Dunia
(ist)

INILAHCOM, Washington DC - Analisa perusahaan keamanan siber FireEye mengenai kelompok peretas asal Korea Utara yang mereka namai APT38 adalah pengingat bahwa kemampuan siber dari negara tersebut tak boleh diremehkan.

Tahun lalu, The New York Times melaporkan bahwa Korea Utara memiliki lebih dari 6.000 peretas yang tak hanya gigih, tapi juga memiliki kemampuan yang terus berkembang.

Menurut FireEye, APT38 merupakan unit siber khusus yang bertugas untuk menyediakan uang untuk Pemerintah. Mereka melakukan pencucian uang melalui berbagai aktivitas, seperti operasi judi yang berlangsung di setidaknya tiga negara.

"Bisa dibilang bahwa saat ini Korea Utara adalah ancaman terbesar untuk kebanyakan negara-negara di dunia," kata CEO FireEye Kevin Mandia, dalam Cyber Defense Summit yang digelar di Washington DC, AS, seperti dilansir ZDNet.

Cukup sulit untuk membandingkan kemampuan siber Korea Utara dengan Rusia, China, atau negara-negara Five Eyes seperti Autralia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan AS. Masing-masing dari mereka memiliki keahliannya sendiri, namun, Korea Utara lebih berbahaya karena perilaku mereka sulit untuk ditebak.

Mandia menyebut, serangan siber yang dibuat oleh sebuah negara biasanya memiliki 'batasan' untuk mencegah terjadinya kerusakan yang terlalu besar. Pembatasan itu bisa berupa tanggal kadaluarsa atau malware hanya akan aktif di lokasi tertentu.

Para peretas dari China biasanya berusaha untuk meminimalisir kerusakan pada sistem target karena mereka ingin memastikan mereka mendapatkan akses jangka panjang ke sistem korban.

"Tapi lain halnya dengan Korea Utara. Mereka tidak hanya tidak memberikan pembatasan pada malware mereka. Sebuah backdoor yang sedang kami analisa memiliki enam pemeriksaaan yang berbeda ketika tengah diteliti," kata Mandia.

"Jika mereka mendeteksi bahwa mereka sedang diteliti, tidak peduli apakah proses ini dijalankan pada mesin virtual, atau jika debugger sedang dijalankan... maka hardware akan dihapus. Hancurkan semua. Siapa peduli? Bumi hanguskan semua. Itu bukan masalah," imbuhnya.

Selain itu, Mandia menyebutkan, Korea Utara juga melibatkan diri dalam berbagai tindakan siber, mulai dari mata-mata, sabotase siber, kejahatan, dan operasi penyebaran disinformasi.

Komentar

x