Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:17 WIB

Samsung Bangun Kelas Teknologi bagi Siswa SD Papua

Kamis, 4 Oktober 2018 | 20:20 WIB

Berita Terkait

Samsung Bangun Kelas Teknologi bagi Siswa SD Papua
Vice President Samsung Electronics Indonesia Kang Hyun Lee memberikan sambutannya pada peresmian SSLC di SD YPK Waupnor, Kota Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Kamis (4/10/2018). - (Samsung Electronics Indonesia)

INILAHCOM, Biak - Melalui kemitraan dengan Wahana Visi Indonesia (WVI), Samsung Electronics Indonesia meresmikan Samsung Smart Learning Class (SSLC) di Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Waupnor di Kota Biak, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, pada Kamis (4/10/2018).

Di awal tahun ini, Samsung telah memperkenalkan program kepedulian untuk kemajuan dunia pendidikan bertema 'Edukasi Awal Inspirasi',

Ini merupakan sebuah inisiasi Samsung kepada para guru dan murid yang mengoptimalkan teknologi untuk memberikan pengalaman belajar mengajar yang lebih inovatif, kreatif, menarik dan menyenangkan sehingga dapat menginspirasi para murid untuk mengejar mimpi dan cita-cita mereka.

Berlokasi di Kabupaten Biak Numfor yang merupakan satu dari 28 kabupaten di Papua, Biak masih menghadapi berbagai tantangan dalam hal pembangunan kualitas manusia, salah satunya adalah tingkat melek huruf dan pemahaman akan apa yang dibacanya yang masih rendah.

Dengan fasilitas ruang kelas berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang didukung dengan perangkat-perangkat digital, rangkaian program seputar SSLC tak hanya menargetkan siswa, namun juga guru, orang tua, pemerintah daerah, dan juga komunitas-komunitas.

Mereka itu dapat memanfaatkan teknologi dengan harapan proses belajar mengajar di kelas lebih menarik bagi para siswa sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi guru, serta pengenalan dan pemanfaatan teknologi bagi masyarakat pada umumnya dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan baik pada masyarakat Biak pada khususnya dan Papua pada umumnya.

"Program SSLC adalah salah satu bentuk komitmen Samsung dalam berkontribusi pada pendidikan di Indonesia. Kami yakin bahwa teknologi digital dapat meningkatkan efektivitas kegiatan belajar karena dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan mendorong keingintahuan bagi siswa, serta membantu guru mulai dari mencari materi ajar, maupun untuk dijadikan alat peraga yang lebih interaktif," kata Kang Hyun Lee, Vice President Samsung Electronics Indonesia, dalam siaran persnya kepada INILAHCOM.

Berangkat dari komitmen tersebut dan memanfaatkan berbagai produk yang dapat digunakan secara fungsional untuk tujuan pendidikan seperti tablet, smartphone, Gear VR, bahkan smart TV, menurut Kang, Samsung berharap SSLC di Biak ini dapat bermanfaat tak hanya untuk siswa di SD YPK Waupnor saja, namun juga sekolah di sekelilingnya dan masyarakat luas lainnya.

Sebelumnya, SSLC telah hadir di lima sekolah yaitu, SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta, SMA Pangudi Luhur Jakarta, Brawijaya Smart School Malang, SMA Plus Negeri 17 Palembang, dan SMA Islam Al-Azhar 12 Makassar.

Kini Samsung menargetkan Papua, khususnya Biak, dengan melihat beberapa latar belakang, salah satunya angka Indeks Pembangunan Manusia Biak yang belum ideal apabila dibandingkan dengan angka nasional.

Menurut Badan Pusat Statistik Biak, dalam laporan baseline Wahana Visi Indonesia di tahun 2015, indeks kemiskinan Biak mencapai 76 persen dengan Indeks Pembangunan Manusia 57,22 persen.

Kondisi ini diikuti oleh tingkat partisipasi rendah sekolah dasar yang mencapai 96,84 persen dan tingkat melek huruf anak-anak 11 tahun yang mampu membaca dengan pemahaman yang baik pada 31,25 persen.

Untuk alasan ini juga lah, kali ini SSLC hadir di tingkat SD, agar dapat membantu membuat anak-anak melek huruf sejak dini.

"Kami menghargai upaya siapa pun yang ingin terlibat bersama-sama pemerintah memajukan pendidikan di kawasan 3T. Kita menyadari bahwa rendahnya minat belajar di kawasan tersebut masih perlu didorong lebih kuat lagi. Untuk itu kehadiran Samsung yang membantu mengenalkan teknologi informasi diharapkan dapat lebih cepat memacu perkembangan pendidikan di Biak dan wilayah lainnya," tutur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, yang menyambut positif upaya Samsung tersebut.

Para guru yang sebelumnya telah melalui pelatihan, akan menyampaikan modul pengajaran dan materi secara kreatif menggunakan ICT. Para siswa akan menerima pengajaran dari perangkat lunak atau aplikasi pembelajaran yang kreatif dan edukatif yang dapat berkontribusi pada kemampuan siswa dalam membaca, menulis dan berhitung, terutama untuk kelompok sasaran yang diawasi, yaitu kelas enam Sekolah Dasar.

Terdapat 31 unit Samsung Galaxy Tab A with S-Pen, dua unit Gear VR dan dua unit Samsung Galaxy A8, dua unit Samsung Smart TV 55-inci, serta dua unit Samsung AC di dalam SSLC.

Sebagai pengukuran kesuksesan program, Samsung juga akan memberikan pelatihan TIK dan mengembangkan tim Dukungan TI untuk memantau dan melihat umpan balik tentang implementasi program.

Sebagai program yang melibatkan pemerintah, proses evaluasi ini juga akan dilakukan bersama-sama dengan dinas pendidikan daerah.

Samsung juga menyediakan enam unit Galaxy Tab A with S-Pen untuk digunakan WVI dalam proses monitoring dan evaluasi.

Kemitraan dengan Wahana Visi Indonesia (WVI)

Dalam pelaksanaan program ini, Samsung bermitra dengan WVI yang telah bergerak untuk pendidikan di Biak sejak tahun 2014.

SSLC di SD YPK Waupnor juga melibatkan pemerintah Kabupaten Biak Numfor, sehingga pemerintah daerah dapat melakukan replikasi dan membuat program ini menjadi berkelanjutan.

"Dalam setiap melaksanakan program, kami senantiasa berkoordinasi pemerintah setempat dan masyarakat untuk memastikan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan program. Wahana Visi Indonesia menjadikan pendidikan sebagai salah satu fokus dalam upaya mewujudkan kesejahteraan anak-anak," ujar Doseba Sinay, CEO & Direktur Nasional WVI.

"Menjadi mitra Samsung dalam pelaksanaan program Samsung Smart Learning Center di Biak diharapkan dapat meningkatkan kualitas sekolah dan dapat digunakan oleh masyarakat di sekitar sehingga mereka dapat memanfaatkan pusat pembelajaran untuk mengakses informasi sebanyak mungkin," pungkasnya.

Komentar

Embed Widget
x