Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:16 WIB

Kominfo Bantah Sebut Bantuan FPI ke Palu Hoax

Kamis, 4 Oktober 2018 | 03:03 WIB

Berita Terkait

Kominfo Bantah Sebut Bantuan FPI ke Palu Hoax
Logo FPI - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membantah bahwa mereka menyatakan organisasi Front Pembela Islam (FPI) memberi bantuan terhadap korban gempa di Sulawesi Tengah adalah hoax.

Pihak Kominfo hanya menyebut bahwa foto yang beredar di media sosial terkait kegiatan FPI di Palu tidak sesuai dengan penjelasan.

"Kami tidak pernah menyampaikan bahwa FPI tidak memberi bantuan ke Palu," kata Ferdinandus Setu, Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Pada Selasa lalu (2/10/2018), Kominfo menyebutkan delapan hoax yang beredar di media sosial mengenai bencana gempa dan tsunami di Palu-Donggala, salah satunya mengenai kegiatan FPI.

Berdasarkan laporan warganet, Kominfo menemukan ada ketidaksesuaian antara penjelasan berupa 'gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7,7' dengan foto yang ditampilkan.

Berdasarkan penelusuran tim Kominfo, memanfaatkan mesin crawling, gambar yang disertakan merupakan kegiatan FPI saat membantu korban bencana tanah longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi, Jawa Barat pada 2015.

"Sistem kami menemukan bahwa gambar ini pernah disebarkan pada 2015 lalu, peristiwa di Sukabumi," kata dia.

Pihak Kominfo menginformasikan temuan hoax mengenai gempa dan tsunami di Palu-Donggala melalui akun Twitter resmi mereka, informasi ini mendapat banyak kritik dari warganet karena dianggap menyatakan kegiatan yang dilakukan organisasi tersebut adalah tidak benar.

"Kominfo sama sekali tidak menafikan peran FPI terhadap bantuan saat gempa," ujar Ferdinandus.

Kementerian Kominfo berkoordinasi dengan penyelenggara media sosial di Indonesia untuk menurunkan hoax terutama yang berkaitan dengan bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Mengenai penyebar hoax, Ferdinandus menyatakan mereka bekerja sama dengan pihak berwajib untuk menindak mereka. [tar]

Komentar

Embed Widget
x