Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 19:59 WIB

AS Tolak Blokir Impor iPhone dengan Chip Intel

Senin, 1 Oktober 2018 | 21:21 WIB

Berita Terkait

AS Tolak Blokir Impor iPhone dengan Chip Intel
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Washington DC - Pengadilan niaga AS menolak permintaan Qualcomm untuk menutup impor iPhone yang memakai chipset dari Intel. Ini menjadi jawaban atas perseteruan Qualcomm versus Apple yang berlangsung sejak tahun lalu.

Mengutip Reuters, majelis hakim US International Trade Commission (ITC) menyatakan bahwa Apple melanggar satu paten dari Qualcomm, berkaitan dengan teknologi manajemen daya. Tapi, ITC menolak permintaan Qualcomm untuk melarang sejumlah iPhone ke AS.

Thomas Pender, seorang hakim administratif di ITC, menyatakan pertimbangan penolakan larangan ini adalah 'kepentingan publik'. Keputusan ini akan ditunjau ulang oleh hakim lainnya.

Qualcomm memiliki kasus mengenai hak paten lainnya terhadap Apple yang diajukan ke ITC.

Dalam keterangan tertulisnya, Apple menyatakan Qualcomm secara tidak adil meminta royalti untuk teknologi yang tidak berkaitan.

"Kami merasa gembira ITC menghentikan usaha Qualcomm untuk merusak kompetisi dan membahayakan penemu serta konsumen AS," kata pernyataan Apple.

Sementara itu, dalam keterangan terpisah, pengacara umum Qualcomm Don Rosenberg menyatakan perusahaan senang bahwa hakim menemukan pelanggaran paten, namun, 'tidak masuk akal meneruskan pelanggaran dengan menolak larangan impor'.

"Hal itu bertentangan dengan mandat ITC untuk melindungi inovator AS dengan memblokir produk yang melanggar aturan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan Apple untuk berhenti melanggar teknologi kami tanpa berdampak pada kepentingan publik," kata Rosenberg.

Perseteruan Apple dengan Qualcommm berlangsung sejak tahun lalu. Qualcomm menuduh iPhone yang memakai chipset buatan Intel melanggar enam paten yang membantu performa ponsel tanpa menggerus baterai.

Qualcomm tidak menuduh chipset buatan Intel melanggar paten mereka, namun mengklaim cara Apple memasang chipset di iPhone yang bermasalah.

Qualcomm akhirnya mengurangi jumlah paten yang diduga dilanggar menjadi tiga, dari enam, pada Juni lalu. Menurut Hakim Pender, Apple hanya melanggar satu dari tiga paten dalam kasus yang diajukan.

Setelah keputusan ITC, pengacara umum Intel Steven Rodgers dalam sebuah unggahan di blog berpendapat Qualcomm 'di depan umum meremehkan produk Intel' atas kasus tersebut.

Komentar

x