Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 10:29 WIB

Singapura Denda Grab-Uber Sebesar Rp141,7 Miliar

Selasa, 25 September 2018 | 12:30 WIB

Berita Terkait

Singapura Denda Grab-Uber Sebesar Rp141,7 Miliar
(ist)

INILAHCOM, Singapura - Komisi Pengawas Konsumen dan Persaingan Usaha Singapura atau Competition and Consumer Commision Singapore (CCCS) baru saja menjatuhkan sanksi denda kepada Grab dan Uber total sebesar 13 juta dolar Singapura atau sekitar Rp141,7 miliar karena merger yang mereka lakukan.

Secara terpisah, CCCS menjatuhkan nilai sanksi kepada Uber sebesar 6,6 juta dolar Singapura(Rp71,9 miliar) dan Grab sebesar 6,4 juta dolar Singapura (Rp69,7 miliar). Sanksi ini dikenakan karena penyelidikan CCCS menilai penyatuan atau merger Grab-Uber yang dirampungkan Grab pada Maret lalu merusak persaingan layanan ride-hailing di negara tersebut.

Meski CCCS menjatuhkan denda pada Grab dan Uber, namun lembaga tersebut tidak bisa membatalkan proses merger kedua perusahaan.

Mengutip Channel News Asia, berdasarkan hasil investigasi, CCCS menemukan bahwa tarif layanan Grab sempat melonjak setelah Uber sebagai pesaing resmi mundur dari pasar transportasi online di Asia Tenggara.

Setelah kesepakatan akuisisi Uber oleh Grab, tarif perjalanan tanpa promosi disebut naik sekitar 10 sampai 15 persen. Temuan CCCS diperkuat oleh keluhan dari pengguna layanan maupun mitra pengendara yang memprotes kenaikan tarif serta komisi mereka yang tidak sepadan.

CCCS juga memerintahkan Uber untuk menjual armada kendaraannya melalui layanan leasing atau rental kendaraan Lion City Rentals untuk bisa dimanfaatkan oleh pesaing bisnis baru yang potensial. Selain itu, CCCS melarang Uber menjualnya langsung kepada Grab tanpa persetujuan mereka.

Kabar terakhir menyebutkan bahwa pihak Grab maupun Uber tengah memprotes keputusan CCCS ini karena keduanya meyakini proses akuisisi dan merger dilakukan sesuai hukum yang berlaku dan mereka tidak memiliki tujuan untuk merusak iklim persaingan yang sehat. Kedua perusahaan juga menyatakan tidak menaikkan harga setelah merger.

Komentar

Embed Widget
x