Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 10:59 WIB

Shell Umumkan Pemenang 'Think Efficiency 2018'

Kamis, 23 Agustus 2018 | 19:29 WIB

Berita Terkait

Shell Umumkan Pemenang 'Think Efficiency 2018'
(dok.Shell)

INILAHCOM, Jakarta - Rangkaian penjurian kompetisi 'Think Efficiency 2018' telah berakhir. Dari enam tim yang berhasil masuk ke babak final, dewan juri akhirnya memutuskan dua tim Inovator Indonesia sebagai pemenang utama yang berhak mendapatkan 'Think Efficiency Award 2018'.

Untuk kategori Energi, Tim REPGY (Recycled Panel Eco Energy) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, berhasil keluar menjadi juara dengan ide inovasi 'Panel Ondrivoltaic Berbahan Plastik Daur Ulang Terinstalasi dengan Sel Ondri'.

Tim yang beranggotakan Bagas Pramana (ketua penelitian), Reza Aulia, Rafif Nova, dan M. Afif ini berhasil menciptakan panel ondrivoltaik yang terinstalasi dengan sel ondri sebagai pemanen panas matahari menjadi listrik untuk pemenuhan kebutuhan listrik konvensional yang murah dan mandiri di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Tim REPGY memiliki tingkat efisiensi yang mampu bersaing, lebih stabil, dan lebih murah jika dibandingkan dengan sel surya berbasis silikon.

Sementara untuk kategori Tribologi, yang berhasil menjadi juara adalah Tim Infinite dengan membawakan inovasi 'Permodelan Simulasi Friction dan Efisiensi pada Excavator dengan Computational Intelligence Controller'.

Tim yang diketuai oleh Daniel Martomanggolo, dosen di program studi Teknik Informatika, berhasil mengurangi hilangnya energi dan biaya yang ditimbulkan oleh gesekan pada excavator pada system hydraulic maupun joint.

Dengan berkurangnya gesekan tersebut, maka penggunaan bahan bakar pada komponen hydraulic dan keausan joint dapat berkurang, sehingga meningkatkan efisiensi pada excavator secara keseluruhan.

Para pemenang, Tim REPGY dan Tim Infinite, berhasil meyakinkan para juri yang berasal dari pakar energi dan tribologi.

Panelis di kategori Energi adalah Syarif Riyadi, PhD, praktisi industry dan co-founder Energy Academy Indonesia, Dr. Deendarlianto dari Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada UGM, dan Ahmad Yuniarto Founder dan Chairman Biru Peduli foundation.

Sementara panelis di kategori Tribologi adalah ahli tribologi perawatan dan konversi energi asal Institut Teknologi Bandung Dr. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, perekayasa BPPT Barman Tambunan, PhD dan praktisi tribologi Nugraha Kartasasmita.

Baca juga: Shell Umumkan 6 Finalis 'Think Efficiency 2018'

Lebih dari 100 ide yang berasal dari berbagai kalangan telah diterima panitia kompetisi 'Think Efficiency 2018' yang dilaksanakan dari 1 Mei hingga 30 Juni 2018 dan diselenggarakan Shell Lubricants Indonesia bekerja sama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin).

Dari 100 ide tersebut, enam di antaranya terpilih sebagai finalis yang maju ke tahap penjurian akhir. Para finalis tersebut mewakili tiga karya terbaik dari masing-masing kategori 'Think Efficiency 2018', yaitu kategori inovasi Tribologi dan inovasi Energi.

Ajang penghargaan inovasi ini menitikberatkan penilaian pada aspek originalitas, produk, dampak, dan keberlanjutan.

Untuk aspek originalitas, penilaian meliputi: tujuan, ide yang mendasari, dan keunggulan konsep. Sementara untuk aspek produk, penilaiannya meliputi: desain, kerangka berpikir, proses pembuatan, biaya, dan cara kerja.

Penilaian pada aspek dampak meliputi dampak terhadap efisiensi dan ekonomi. Terakhir pada aspek keberlanjutan, penilaiannya meliputi: potensi produk bermanfaat dan bersaing dalam jangka panjang, arah dan strategi pengembangan, dan hambatan/faktor utama dalam pengembangan.

Baca juga: Shell Gelar Kompetisi 'Think Efficiency 2018'

"Ide-ide inovasi dari anak bangsa yang hadir dalam kompetisi ini luar biasa kreatif dan inovatif. Karya-karyanya menggambarkan potensi anak bangsa dalam melahirkan inovasi, mulai dari ide-ide dasar sains hingga produk aplikatif yang dapat dijual ke pasar dan berguna bagi masyarakat, yang kemudian mengarah menuju kemandirian teknologi nasional. Selanjutnya bagaimana kita mengarahkan dan mendukung potensi para innovator ini," ujar Dr. Syarif Riyadi yang mewakili dewan juri kompetisi 'Think Efficiency 2018'.

"Kami berharap kompetisi seputar inovasi energi dan tribology ini dapat terus diselenggarakan untuk memotivasi anak bangsa dalam mengembangkan produk inovatif dan mengambil peran dalam kemajuan dan kemandirian teknologi nasional," imbuhnya.

Dua bidang yang dipilih dalam kompetisi inovasi ini, yaitu Energi dan Tribologi, merupakan bidang kompetensi Shell, dan diharapkan sinergi dengan para inovator ini akan memberikan dampak yang positif untuk perkembangan teknologi di Indonesia pada masa yang akan datang.

Komentar

x