Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 17:40 WIB

Andalkan AI, Eset Garap Proteksi Siber Mutakhir

Oleh : Ibnu Naufal | Senin, 13 Agustus 2018 | 18:30 WIB

Berita Terkait

Andalkan AI, Eset Garap Proteksi Siber Mutakhir
(inilahcom/ibnu naufal)

INILAHCOM, Baturraden - Eset, melalui distributor eksklusifnya di Indonesia, PT Prosperita, meluncurkan Greycortex, sebuah produk terbaru untuk mencegah kejahatan siber dari lalu lintas jaringan.

Greycortex merupakan bagian dari Technology Alliance dari perusahaan keamanan Eset memiliki solusi yang diberi nama Mendel, menyediakan kebutuhan analisa keamanan data yang canggih dan tidak membutuhkan instalasi ke setiap komputer.

Cukup terhubung ke jaringan melalui switch inti dan port monitor atau mirroring, selanjutnya Greycortex akan bekerja memonitor seluruh jaringan tanpa terkecuali.

"Solusi Greycortex tidak mengganggu dan tidak berdampak pada kinerja jaringan saat menganalisis lalu lintas jaringan. Teknik mirroring ini memonitor aktivitas secara real time dan menyimpan metadata dari paket jaringan dalam basis data mereka sendiri. Solusi ini juga memiliki keuntungan karena cepat digunakan dan mudah dikelola," kata Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT Prosperita Eset Indonesia dalam media briefing di Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (12/8/2018)

Dalam kesempatan yang sama, Marketing Director PT Prosperita Eset Indonesia Chrissie Maryanto menyebut, seiring dengan pertumbuhan kebutuhan keamanan data, Eset Indonesia menganalisa kebutuhan ini menjadi penting dan makin melengkapi berdasarkan kebiasaan perusahaan yang selama ini ditemui. GreyCortex mampu menganalisis tanpa terkecuali.

"Menghasilkan dan menyimpan metadata yang sangat terperinci untuk berbagai kinerja jaringan, keamanan, dan manajemen. Instalasi yang mudah dan menyebarkan pada perangkat keras standar, VMWare atau Hyper-V dan mudah dikelola, GreyCortex menyediakan visibilitas total di seluruh jaringan organisasi dalam hitungan menit," ujar Chrissie.

GreyCortex menerapkan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis data, serta memiliki database daftar hitam lebih dari 100.000 alamat IP dan lebih dari 45.000 deteksi signature (deteksi risiko dan ancaman yang diketahui) aktif dalam 40 kategori yang terus diperbarui setiap saat.

Dengan kombinasi ini, GreyCortex dapat bekerja secara efektif dan memisahkan mana yang mengancam dan tidak. Selain itu, jaringan juga tidak dibebani oleh lalu lintas yang berlebihan karena penggunaan data yang diminimalisir sesuai dengan kebutuhan.

"Penerapan AI yang proaktif sudah menjadi keharusan untuk sebuah solusi keamanan data, khusus hanya berurusan dengan vektor serangan tertentu (targeted attack)," jelas Chrissie.

"Solusi yang diberikan GreyCortex fokus pada keseluruhan infrastruktur perusahaan dan semua lalu lintas jaringan, memberikan peringatan, sehingga memungkinkan perusahaan mendeteksi serangan atau malware lebih dini," pungkasnya.

Komentar

Embed Widget
x