Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 22:31 WIB

Kitab Lyghfield Ditemukan Setelah 500 Tahun Hilang

Senin, 13 Agustus 2018 | 04:04 WIB

Berita Terkait

Kitab Lyghfield Ditemukan Setelah 500 Tahun Hilang
(livescience.com)

INILAHCOM, Canterbury - Setelah hilang selama 500 tahun, Kitab Lyghfield akhirnya ditemukan dan dikembalikan ke perpustakaan Katedral Canterbury di Inggris.

Kitab seukuran saku ini hilang pada saat Raja Henry VIII memerintah Inggris dan memimpin Reformasi Inggris untuk memisahkan Gereja Inggris dari Gereja Katolik Roma pada abad ke-16. Ketika itu, ratusan biara dibubarkan, termasuk Katedral Canterbury.

Kini Katedral Canterbury menjadi 'gereja induk' dari Komuni Anglikan yang juga merupakan tempat tinggal Archbishop of Canterbury, pendeta senior di Gereja Inggris.

Mengutip Live Science, Kitab Lyghfield dan sebagian besar dari 30.000 volume koleksi buku yang disimpan di Katedral tersebut hilang pasca reformasi yang dipimpin Raja Henry VIII itu. Menurut pihak Katedral Canterbury, hanya 30 jilid dari koleksi asli yang masih tersimpan di perpustakaan.

Hal yang tak terduga kemudian datang pada Juli lalu. Pihak Katedral menemukan Kitab Lyghfield ditawarkan di penjualan buku langka di London. Mereka pun membelinya seharga 100.000 poundsterling atau sekitar Rp1,8 miliar dengan menggunakan dana hibah dari National Heritage Memorial Fund dan sumbangan lainnya.

Menurut pihak Katedral, Kitab Lyghfield diperkirakan dibuat pada abad ke-13 di Paris, Prancis, yang saat itu dikenal sebagai salah satu pusat percetakan. Kitab tersebut ditulis dalam bahasa Latin pada kertas perkamen dan didekorasi secara mendetail.

Saat ini, Lyghfield adalah satu-satunya kitab yang lengkap dalam koleksi buku abad pertengahan yang dimiliki Katedral.

"Kitab ini memberi kesaksian tentang pergolakan Reformasi Inggris, masa yang mendefinisikan apa jadinya Katedral hari ini, dan akan memiliki peran kunci dalam menceritakan kisah kita kepada pengunjung perpustakaan." jelas Cressida Williams, Kepala Arsip dan Perpustakaan di Katedral Canterbury.

Kini, Kitab Lyghfield dan teks-teks kuno lainnya yang disimpan di Katedral Canterbury masuk ke dalam Memory of the World Register UNESCO.

Komentar

Embed Widget
x