Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 13:11 WIB

Pentagon Larang Pegawai Gunakan Smartwatch

Kamis, 9 Agustus 2018 | 14:14 WIB

Berita Terkait

Pentagon Larang Pegawai Gunakan Smartwatch
(ist)

INILAHCOM, Washington DC - Wakil Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan meminta para pegawai Departemen Pertahanan AS atau Pentagon untuk melepas dan mematikan kemampuan geolokasi Garmin, Fitbit, dan Apple Watch.

Selama bertahun-tahun, telepon seluler alias ponsel dilarang digunakan di banyak kantor di Pentagon. Alasannya sederhana, apa pun yang dapat mengirim dan memiilki mikrofon dapat digunakan untuk merekam dan mengirim informasi. Jika perangkat itu memiliki kamera, maka foto atau video juga dapat diambil.

Kini, tidak hanya ponsel, smartwatch pun menjadi ancaman. Apple Watch, Garmin, Fitbit dan jam tangan pintar dengan sensor jarak jauh dapat melacak lokasi dan membagikannya dengan basis data jarak jauh.

"Kemampuan geolokasi ini dapat mengekspos informasi pribadi, lokasi, rutinitas, dan jumlah personil Departemen Pertahanan, dan berpotensi menciptakan konsekuensi keamanan yang tidak diinginkan dan meningkatkan risiko terhadap pasukan gabungan dan misi," kata Shanahan, dalam memo yang dirilis kantor pers Pentagon, seperti dilansir laman Breaking Defense.

Hal ini tercetus ketika muncul laporan pada awal tahun ini dari perusahaan pelacak kebugaran, Strava, yang memublikasikan peta yang menunjukkan lokasi keberadaan pengguna yang sedang jogging, bersepeda dan berolahraga.

Karena penggunanya kebanyakan adalah anggota militer, rute jogging dan latihan lainnya menunjukkan dengan tepat keberadaan anggota militer AS di seluruh dunia, serta menunjukkan rute lari mereka.

"Pasar perangkat, aplikasi, dan layanan yang berkembang pesat dengan kemampuan geolokasi --misalnya, pelacak kebugaran, smartphone, tablet, smartwatch, dan aplikasi perangkat lunak terkait-- menghadirkan risiko signifikan bagi personel Departemen Pertahanan (DoD) baik saat bertugas maupun tidak, dan untuk operasi militer kami secara global," tulis memo tersebut.

Strava tampaknya tidak bermaksud membahayakan, namun hal ini sepertinya membuat anggota militer dan pejabat senior Pentagon tidak nyaman.

Memo ini juga berarti permintaan peninjauan kebijakan Pentagon tentang perangkat tersebut.

Terdapat catatan untuk Chief Information Officer (CIO) dan Wakil Menteri Pertahanan untuk Intelijen (USDI) untuk 'bersama-sama mengembangkan' panduan dan pelatihan bagi komandan dan yang lainnya terkait perangkat tersebut, demikian laporan Breaking Defense. [tar]

Komentar

Embed Widget
x