Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 00:23 WIB

F5: Aplikasi Paling Rentan Jadi Serangan Siber

Oleh : Ibnu Naufal | Kamis, 9 Agustus 2018 | 13:13 WIB
F5: Aplikasi Paling Rentan Jadi Serangan Siber
Global Security Evangelist David Holmes - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Seiring meningkatnya tren pemanfaatan teknologi multi-cloud bagi aplikasi demi membuat performa aplikasi semakin variatif juga. Namun, para pengguna aplikasi juga harus waspada dan memberikan perhatian ekstra terhadap keamanan aplikasinya dari serangan siber.

Riset Terbaru F5 Labs Mengungkapkan pembobolan data terus menjadi ancaman bagi perusahaan dan konsumen. Indonesia, misalnya, tahun lalu mengalami serangan ransomware WannaCry.

Serangan web dan aplikasi adalah penyebab terbesar pembobolan keamanan (30 persen), dengan rata-rata kerugian hampir mencapai US$8 juta atau sekitar Rp115,9 juta per serangan.

Laporan yang sama juga menyatakan, sebuah organisasi bisa menjalankan 765 aplikasi web dan 34 persen di antaranya tergolong aplikasi yang sangat penting atau mission-critical.

Bedasarkan data yang dihimpun oleh Loryka dan WhiteHat Security, riset ini menghadirkan analisa bidang beragam terkini, statistik riset secara rinci, serta langkah-langkah mengamankan aplikasi guna melindungi pengguna dan datanya.

"Pembobolan melalui serangan akses menjadikan keamanan email yang tersusupi sebanyak 34 persen," kata Global Security Evangelist David Holmes, saat temu media di Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Pembobolan juga terjadi lantaran banyak para konsumen yang menggunakan password untuk lebih dari satu akun. Selain itu, password tersebut juga bisa dibilang sangat mudah ditebak dan tidak bersifat unik.

"Hampir 3 dari 4 konsumen menggunakan password yang sama untuk lebih dari satu akun. Banyak dari password tersebut tidak pernah diubah oleh pengguna selama lebih dari lima tahun," kata David.

Berdasarkan data dari Symantec Internet Security Threat Report per April 2017, beberapa akun yang kebobolan karena masalah password adalah Yahoo dengan 3 miliar akun, Myspace dengan 427 juta akun, Adobe dengan 150 juta akun, Linkedin dengan 117 juta akun, dan Dropbox dengan 70 juta akun.

Tentu saja, jika terjadi pada akun penyimpanan berbasis cloud telah terserang, hal tersebut menjadi lebih merugikan terhadap data yang disimpan.

Dengan demikian, demi menghindari serangan, Anda harus mengetahui aplikasi yang dimiliki dan data apa saja yang dapat diakses.

Selain itu, kenalilah aplikasi mana yang penting dan kurangi meda serangan dengan mencari tahu aplikasi mana saja yang membutuhkan sumber daya tambahan.

Para penjahat siber biasanya akan menjelajah setiap bagian dari layanan aplikasi di internet dan mencari berbagai kemungkinan untuk mengekspliotasi.

"Permasalahan sdm karyawan pada perusahaan yang tidak menyadari pentingnya keamanan TI bisa menjadi tantangan terbesar bagi perusahaan untuk diatasi," jelas David.

Dia menambahkan, tak hanya karyawan bisa menjadi korban ancaman siber, tetapi mereka juga diwajibkan untuk menjaga perusahaan dari ancaman siber.

Dia mendorong perusahaan mendidik karyawan untuk menggunakan dan mengelola solusi keamanan yang kuat tapi mudah digunakan oleh mereka yang non-IT.

Selain itu, kondisi ini juga diperparah saat terjadi di skala bisnis kecil yang umunya masih memiliki fungsi atau bagian yang bertanggung jawab terhadap keamanan TI.

Komentar

Embed Widget

x