Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 00:24 WIB

Curang Pasang Tarif, Grab Kena Denda Rp2,6 Miliar

Oleh : Ibnu Naufal | Rabu, 11 Juli 2018 | 18:48 WIB
Curang Pasang Tarif, Grab Kena Denda Rp2,6 Miliar
(Foto: abs-cbn)

INILAHCOM, Manila - Kecurangan praktik bisnis Grab kembali terungkap. Otoritas di Filipina menjatuhkan sanksi denda gara-gara aplikator penyedia jasa transportasi online itu mengenakan tarif tambahan secara illegal kepada konsumen.

Dewan Peraturan dan Waralaba Transportasi Darat (The Land Transportation Franchising and Regulatory Board/LFTRB), Kementerian Transportasi Filipina, menjatuhkan hukuman denda untuk Grab Filipina sebesar 10 juta Peso(sekitar Rp2,6 miliar) .

Sebab ditemukan pelanggaran berupa pemberlakuan tarif tambahan sebesar 2 peso per menit secara ilegal kepada penumpang.

Hal itu disampaikan Direktur Komunikasi Kementerian Transportasi Filipina, Goddes Libiran. Akibat aksi yang dinilai tidak patut itu, Grab diharuskan membayar denda dan mengembalikan biaya yang sudah dikeluarkan penumpang (reimburse) dengan cara memberikan diskon.

"Kami mengonfrimasikan LTFRB menginstruksikan Grab untuk membayar denda 10 juta peso karena menarik tarif tambahan 2 peso per menit ke penumpang, dan Grab diharuskan mengembalikan uang penumpang itu dengan memberikan diskon, " sebut Libiran seperti dilansir dari ABS-CBN News di Manila, Filipina, pada Selasa (10/7/2018).

Pelaksanaan reimburse itu mengharuskan Grab Filipina untuk membayar reimburse kepada penumpang yang melakukan perjalanan dalam tempo 20 hari, Perihal tarif ride-hailing di Filipina, otoritas setempat telah mengatur skema tarif yang dirilis pada Desember 2016.

Grab Filipina, merujuk regulasi itu, hanya diperbolehkan mengenakan tarif 40 peso dan tambahan tarif senilai 10 peso hingga 14 peso per kilometer.

Pelanggaran Grab itu memantik perhatian politisi Jericho Nograles, anggota DPR dari Partai PBA, yang menduga Grab melakukan praktik ilegal lantaran mengenakan biaya tambahan sebesar 2 peso per menit kepada penumpang.

Nograles menginginkan Grab mengembalikan uang penumpang yang diestimasikan sebesar 1,8 miliar peso yang diperoleh Grab dari biaya tambahan yang dikenakan ke penumpang dalam 5 bulan terkahir ini.

Public Affair Head Grab Filipina, Leo Gonzales, mengatakan pihaknya sedang mempelajari sangsi dari LFTRB. "Kami akan menyampaikan hasilnya dalam waktu dekat ini," ucap Gonzales.

Grab saat ini diketahui telah berada di bawah pengawasan ketat dari sejumlah regulator karena mengambil alih operasi Uber di Asia Tenggara pada April lalu.

Komentar

x