Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 04:51 WIB

Red Hat Gelar Kongres Mitra Asia Pasifik di Bali

Oleh : Ibnu Naufal | Kamis, 12 Juli 2018 | 10:10 WIB

Berita Terkait

Red Hat Gelar Kongres Mitra Asia Pasifik di Bali
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Red Hat, Inc. penyedia solusi open source telah mengumumkan agenda dan pembicara utama untuk Red Hat Partner Conference Asia Pacific 2018.

Acara ini akan berlangsung di Bali, Indonesia pada tanggal 10-12 Juli 2018, dan diperkirakan akan dihadiri oleh lebih dari 225 mitra, distributor, sistem integrator, independent software vendor (ISV), original equipment manufacturer (OEM), serta para penyedia solusi Red Hat.

Konferensi yang akan berlangsung selama dua hari ini akan dimulai dengan presentasi utama oleh para eksekutif Red Hat, termasuk Dirk-Peter van Leeuwen, Senior Vice President and General Manager for Asia Pacific, dan Arun Oberoi, Executive Vice President for Global Sales and Services, serta Mark Enzweiler, Senior Vice President of Partners and Alliances.

Pembicara tamu terkenal lainnya termasuk Sandra Ng, Group Vice President of IDC Asia Pacific Practice Group, yang akan memberikan wawasan tentang lanskap mitra dan peluang pasar di wilayah Asia Pasifik. Demikian siaran pers yang diterima INILAHCOM.

Dengan tema Stronger Together, acara ini akan menampilkan sesi-sesi khusus (breakout) tentang area-area fokus utama, misalnya modernisasi dan integrasi aplikasi, otomatisasi TI, container, cloud hybrid, serta bagaimana open source dapat mendorong inovasi di seluruh area ini. Konferensi ini menyediakan platform bagi para mitra untuk bertukar ide, memicu diskusi yang bermakna, dan berjejaring langsung dengan para pemimpin Red Hat dan ekosistem mitra.

Ditambah dengan kesempatan untuk mendengar dari para eksekutif Red Hat dan mitra, seperti Deloitte, Intel, STT Connect dan Microsoft tentang bagaimana mengembangkan strategi bisnis yang unggul melalui solusi-solusi Red Hat, Red Hat Partner Conference Asia Pacific 2018 merupakan forum menyeluruh yang ideal bagi para mitra yang ingin membawa bisnis mereka ke level berikutnya.

Acara tersebut meliputi pameran para pemenang Red Hat Asia Pacific Partner Awards 2018.

Selain itu, kata Sesi dan trek khusus (breakout) yang dipimpin oleh para pakar Red Hat tentang teknologi-teknologi baru seperti Red Hat Ansible Automation, Red Hat OpenShiftContainer Platform, Red Hat Fuse dan Red Hat 3scale API Management.

Lalu, tutur Pratinjau terkait OpenShift Practice Builder Program for System Integrators

Sesi industri vertikal tentang bagaimana melengkapi strategi Red Hat untuk layanan keuangan vertikal di Asia Pasifik dan memenangkan lebih banyak bisnis.

Tinjauan pendahuluan terkait program Red Hat Open Innovation Labs serta presentasi oleh para ahli, mitra aliansi teknologi, dan sponsor.

Josep Garcia, Vice President, Channel Partners and Alliances, Red Hat Asia Pacific mengatakan, sejalan dengan tema Stronger Together, Red Hat Partner Conference Asia Pacific 2018 bertujuan untuk tidak hanya menghubungkan ekosistem mitra melainkan Red Hat, Inc. mengumumkan agenda dan pembicara utama untuk Red Hat Partner Conference Asia Pacific 2018.

"Acara ini akan berlangsung di Bali, Indonesia pada tanggal 10-12 Juli 2018, dan diperkirakan akan dihadiri oleh lebih dari 225 mitra, distributor, sistem integrator, independent software vendor (ISV), original equipment manufacturer (OEM), serta para penyedia solusi Red Hat," ujarnya.

Konferensi yang akan berlangsung selama dua hari ini akan dimulai dengan presentasi utama oleh para eksekutif Red Hat, termasuk Dirk-Peter van Leeuwen, Senior Vice President and General Manager for Asia Pacific, dan Arun Oberoi, Executive Vice President for Global Sales and Services, serta Mark Enzweiler, Senior Vice President of Partners and Alliances.

Pembicara tamu terkenal lainnya termasuk Sandra Ng, Group Vice President of IDC Asia Pacific Practice Group, yang akan memberikan wawasan tentang lanskap mitra dan peluang pasar di wilayah Asia Pasifik.

Dengan tema Stronger Together, acara ini akan menampilkan sesi-sesi khusus (breakout) tentang area-area fokus utama, misalnya modernisasi dan integrasi aplikasi, otomatisasi TI, container, cloud hybrid, serta bagaimana open source dapat mendorong inovasi di seluruh area ini.

Konferensi ini menyediakan platform bagi para mitra untuk bertukar ide, memicu diskusi yang bermakna, dan berjejaring langsung dengan para pemimpin Red Hat dan ekosistem mitra.

Ditambah dengan kesempatan untuk mendengar dari para eksekutif Red Hat dan mitra, seperti Deloitte, Intel, STT Connect dan Microsoft tentang bagaimana mengembangkan strategi bisnis yang unggul melalui solusi-solusi Red Hat, Red Hat Partner Conference Asia Pacific 2018 merupakan forum menyeluruh yang ideal bagi para mitra yang ingin membawa bisnis mereka ke level berikutnya.

Sandra Ng, Group Vice President, Practice Group, IDC Asia Pacific menyatakann para pelanggan tengah mencari ide, kemampuan co-creation, dan keterampilan teknologi baru untuk mengembangkan model-model bisnis baru dan untuk mentransformasi proses.

"Kemitraan ekosistem yang dapat mengatasi kebuntuan transformasi digital dari silo inovasi, serta kurangnya keahlian digital dan rencana taktis bagi pelanggan, akan berfungsi dengan baik. Dalam ekonomi transformasi digital, kemitraan merupakan elemen kunci untuk berinovasi, bersaing, dan bertumbuh," ujarnya.

Selain itu, kata kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keahlian bagi mereka untuk lebih mengembangkan bisnis mereka dengan Red Hat.

"Dengan demikian, para mitra akan dapat memberikan saran yang lebih baik kepada pelanggan mereka tentang solusi yang diperlukan untuk mempercepat transformasi digital mereka dan berkembang dalam lingkungan bisnis yang semakin tidak stabil, tidak pasti, dan kompleks ini," tambahnya.

Komentar

x