Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 04:29 WIB

Resmi IPO, Saham Debut Xiaomi Turun 6%

Selasa, 10 Juli 2018 | 07:07 WIB

Berita Terkait

Resmi IPO, Saham Debut Xiaomi Turun 6%
(The Economic Times)

INILAHCOM, Hong Kong - Saham Xiaomi turun sebesar 6 persen pada debut di Hong Kong, Senin (9/7/2018), karena adanya kekhawatiran penilaian dari investor.

Reuters melaporkan, Xiaomi membuka harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar 17 dolar Hong Kong per saham, di kisaran bawah.

Saham Xiaomi menyentuh titik terendah pada 16 dolar Hong Kong dalam pembukaan transaksi.

Pada 02.34 GMT, saham diperdagangkan pada 16,48 dolar Hong Kong, turun 3 persen, sedangkan indeks pasar saham utama Hong Kong HSI 1,4 persen lebih tinggi.

Harga IPO membuat nilai valuasi keseluruhan perusahaan, yang juga membuat perangkat pintar rumah tangga yang terhubung ke internet, menjadi sekitar US$54 miliar, hampir setengah dari US$100 miliar yang menjadi target awal tahun ini.

"Perdagangan di bawah harga menunjukkan bahwa investor masih merasa valuasi saham relatif tinggi dibandingkan dengan Tencent dan Apple," kata Linus Yip, kepala strategi First Shangai Securities.

Harga 17 dolar Hong Kong milik Xiaomi mewakili kelipatan 39,6 kali pendapatan 2018, sementara pembuat iPhone, Apple, diperdagangkan pada 16 kali dan raksasa sosial media dan game Tencent Holdings di 36 kali.

Kehadiran Xiaomi di lantai bursa pada saat yang tepat untuk pasar saham Hong Kong, dengan indeks patokan mencapai sembilan bulan terendah pekan lalu karena investor resah atas meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China.

Sengketa perdagangan China-AS telah mengguncang pasar keuangan, termasuk saham dan mata uang, dan komoditas perdagangan global dari kedelai hingga batubara selama beberapa minggu terakhir.

Terlepas dari kondisi pasar yang sulit, sambutan hangat pad penawaran Xiaomi juga terjadi karena banyak calon investor melihatnya sebagai pembuat perangkat keras, bukan layanan perangkat keras plus internet, seperti yang disebut Xiaomi.

"Kami adalah perusahaan internet. Mulai hari pertama, kami menyiapkan struktur pembagian kelas ganda. Tanpa inovasi pasar modal Hong Kong, kami tidak akan mendapatkan kesempatan untuk go public di Hong Kong," ujar pendiri dan CEO Xiaomi, Lei Jun, di bursa saham Hong Kong.

Komentar

x